AI FAHR-Face Prediksi Usia Biologis dan Risiko Kematian dari Foto Selfie

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:22:01 WIB
Model AI FAHR-Face dikembangkan peneliti untuk memperkirakan usia biologis dan risiko kematian pasien kanker melalui foto wajah.

LAMPUNG — Model kecerdasan buatan bernama FAHR-Face dikembangkan peneliti untuk memperkirakan usia biologis sekaligus memprediksi risiko kematian pada pasien kanker hanya bermodal foto wajah. Model ini dilatih dengan lebih dari 40 juta gambar wajah dan hasil penelitiannya telah diterbitkan di jurnal The Lancet Digital Health. Bagi pengguna yang penasaran, peneliti menyediakan situs FaceAge untuk mencoba estimasi usia biologis secara mandiri.

Riset tersebut memakai dua model AI dengan tugas berbeda. Model pertama memperkirakan usia biologis seseorang, yang bisa berbeda dari umur sebenarnya. Model kedua memprediksi risiko kematian pada pasien kanker.

Area wajah yang paling berpengaruh dalam prediksi adalah bagian bawah mata dan sepanjang pangkal hidung. Temuan ini menunjukkan wajah menyimpan petunjuk kondisi kesehatan yang bisa dikenali mesin.

Seberapa Akurat Prediksi FAHR-Face

Peneliti menguji akurasi model terhadap 3.820 pasien kanker secara terpisah. Dari jumlah itu, 122 pasien masuk kelompok berisiko tinggi.

Sebanyak 52 persen pasien berisiko tinggi meninggal dalam 90 hari. Pada kelompok berisiko paling rendah yang berisi 975 pasien, hanya 2 persen yang meninggal dalam periode yang sama.

Selisih angka itu menjadi dasar klaim bahwa foto wajah bisa menjadi sinyal awal kondisi pasien. Namun peneliti belum memastikan apakah metode ini berlaku untuk memprediksi risiko pada orang dengan kondisi kesehatan lain.

Batas Kemampuan yang Perlu Dipahami

AI belum bisa mengetahui penyebab masalah kesehatan hanya dari penampilan seseorang. Prediksi usia biologis dan risiko kematian juga bukan

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top