Pencarian

Cegah Stunting Anak: Peran Babinsa Pantau Tumbuh Kembang di Kandis

Rabu, 23 September 2026 • 13:21:31 WIB
Cegah Stunting Anak: Peran Babinsa Pantau Tumbuh Kembang di Kandis
Babinsa Koramil 05/Pwk Kandis memantau tumbuh kembang anak di Kelurahan Simpang Belutu, Kabupaten Siak.

LAMPUNG — Kopda Dedi Irawan, Babinsa Koramil 05/Pwk Kandis, turun langsung memantau tumbuh kembang anak stunting di Kelurahan Simpang Belutu, Kabupaten Siak. Langkah ini menegaskan bahwa penanganan stunting butuh keterlibatan semua pihak, termasuk aparat kewilayahan dan keluarga di rumah.

Stunting bukan persoalan yang bisa diselesaikan hanya dengan satu kali kunjungan. Di Kelurahan Simpang Belutu, Kabupaten Siak, seorang Babinsa memilih mendatangi rumah warga untuk memastikan anak-anak yang terindikasi stunting mendapat perhatian yang tepat.

Pemantauan ini menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan di wilayah binaan. Tujuannya sederhana: memastikan keluarga terus memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak, mulai dari asupan makanan hingga akses ke layanan kesehatan.

Siapa yang Turun Langsung ke Lapangan?

Kopda Dedi Irawan, Babinsa Koramil 05/Pwk Kandis Kodim 0322/Siak, melakukan pengecekan langsung ke keluarga yang memiliki anak stunting. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Simpang Belutu, Kabupaten Siak.

Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya melihat kondisi anak. Ia juga berinteraksi dengan keluarga untuk mengetahui perkembangan perawatan yang sudah dilakukan selama ini.

Mengapa Pendekatan Langsung ke Keluarga Penting?

Data kondisi anak sering kali lebih akurat ketika diperoleh langsung dari lingkungan keluarga. Pendekatan door-to-door memungkinkan Babinsa memahami kendala nyata yang dihadapi orang tua, bukan sekadar angka di laporan.

Kopda Dedi menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan pemantauan berkala. Keterlibatan keluarga menjadi kunci utama dalam proses perbaikan kondisi anak.

"Pengecekan ini kami lakukan untuk memantau perkembangan kondisi anak dan memastikan keluarga terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan tumbuh kembangnya," ujar Kopda Dedi Irawan.

Apa Pesan untuk Orang Tua?

Dalam kesempatan itu, Babinsa mengingatkan orang tua agar tidak abai terhadap asupan gizi dan kesehatan anak. Jika menemui kendala, keluarga diminta segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat.

"Kami mengajak orang tua untuk terus memperhatikan asupan makanan, kesehatan, dan perkembangan anak. Jika ada kendala, segera koordinasikan dengan tenaga kesehatan," katanya.

Peran Babinsa dalam Program Kesehatan Masyarakat

Kehadiran aparat kewilayahan di tengah keluarga diharapkan memperkuat koordinasi antara masyarakat, pemerintah setempat, dan tenaga kesehatan. Pemantauan di Simpang Belutu menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan agar persoalan stunting mendapat perhatian serius sejak tingkat keluarga.

Bagi ibu muda, langkah ini menjadi pengingat bahwa deteksi dini dan pemantauan rutin ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat sangat menentukan. Jangan ragu bertanya kepada kader kesehatan atau bidan desa jika ada kekhawatiran soal berat badan, tinggi badan, atau nafsu makan anak.

Stunting bisa dicegah ketika keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah bergerak bersama. Semakin cepat anak mendapat intervensi, semakin besar peluang tumbuh kembangnya kembali optimal.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: matratni.sigapnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks