LAMPUNG — Kebocoran materi Grand Theft Auto VI (GTA VI) kembali menjadi polemik. Kali ini, Take-Two Interactive selaku pemilik Rockstar Games bergerak cepat dengan jalur hukum untuk memburu dalang di balik penyebaran konten bocor tersebut. Subpoena diajukan ke dua raksasa teknologi, Microsoft dan Discord, agar menyerahkan identitas pengguna yang terlibat dalam kebocoran.
Kronologi Kebocoran dan Target Investigasi
Cuplikan video GTA VI mulai menyebar luas di internet pada Senin (18/8). Take-Two langsung merespons dengan mengirimkan permintaan penghapusan konten (takedown) ke berbagai platform. Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya efektif karena materi bocor terus beredar dan bahkan memunculkan indikasi bahwa pelaku memiliki akses ke build game yang bisa dimainkan.
Berdasarkan petisi yang diajukan ke Pengadilan Distrik Selatan New York, Take-Two meminta Microsoft menyerahkan catatan investigasi internal terkait persona "cyberleek" dan repositori GitHub yang diduga menyimpan materi berhak cipta. Materi tersebut mencakup konten audiovisual, artwork, gambar, dialog, hingga elemen kreatif lain milik Rockstar.
Untuk Discord, perusahaan meminta data identitas lengkap dari tiga akun pengguna: CYBERLEEK, CINEMATICROCKSTAR, dan Surfer24k. Take-Two juga menyasar server Discord milik kreator konten GTA V, DarkViperAU, serta server lain bernama !Odyssey. Informasi yang diminta mencakup nama lengkap, nomor telepon, akun tertaut, dan seluruh konten yang pernah diunggah terkait GTA, Rockstar, atau Cyberleek.
Mengapa Kebocoran Ini Lebih Serius dari Dugaan
Yang membuat kasus ini berbeda dari kebocoran biasa adalah indikasi bahwa pelaku memiliki akses ke versi game yang berfungsi. Video yang beredar tidak sekadar menampilkan cuplikan singkat, melainkan memperlihatkan elemen gameplay yang menegaskan bahwa pelaku memegang build yang dapat dimainkan.
Ini bukan pertama kalinya GTA VI bocor. Pada 2022, seorang remaja berusia 18 tahun yang merupakan anggota kelompok peretas Lapsus$ membagikan cuplikan game tersebut melalui Amazon Fire TV Stick. Setelah menjalani asesmen kesehatan mental yang menyimpulkan bahwa pelaku tidak layak diadili dan berpotensi mengulangi aksi sibernya, hakim menjatuhkan hukuman berupa perintah menjalani perawatan di rumah sakit tanpa batas waktu yang ditentukan.
Dampak pada Jadwal Rilis dan Strategi Pemasaran
Kebocoran ini memaksa Take-Two dan Rockstar mengubah rencana komunikasi mereka. Sebelum insiden terjadi, kedua perusahaan dijadwalkan memberikan "tampilan mendalam" (extended look) pertama untuk GTA VI melalui kerja sama streaming eksklusif dengan Netflix pada 27 Agustus.
Meski jadwal peluncuran game yang direncanakan pada November masih belum berubah, kebocoran berulang ini berpotensi mengganggu momentum pemasaran. Bagi penggemar di Indonesia yang selama ini menantikan kabar resmi, insiden ini setidaknya memberi gambaran awal tentang apa yang sedang disiapkan Rockstar — meski dengan cara yang tidak semestinya.
Apa Langkah Selanjutnya
Subpoena yang diajukan ke Microsoft dan Discord merupakan sinyal bahwa Take-Two tidak akan tinggal diam terhadap kebocoran. Dengan meminta data dari dua platform besar tersebut, perusahaan berupaya melacak rantai penyebaran konten hingga ke sumber utamanya.
Bagi pembaca yang ingin mendapatkan informasi akurat tentang GTA VI, sumber resmi dari Rockstar Games dan Take-Two tetap menjadi referensi paling valid. Cuplikan yang beredar di media sosial saat ini berstatus ilegal dan tidak mencerminkan kualitas final dari game yang akan dirilis.