OJK Lampung Buka 1.000 Rekening Syariah bagi Penyuluh Agama, Sambut Literasi Keuangan di Majelis Taklim

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:46:31 WIB
Kepala OJK Provinsi Lampung membuka program literasi dan inklusi keuangan syariah bagi 1.000 penyuluh agama Islam di Lampung.

LAMPUNG SELATAN — Pembukaan 1.000 tabungan perbankan syariah yang terintegrasi sebagai Kartu Tanda Anggota (KTA) dan 1.000 rekening saham syariah itu digelar OJK bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Program "Literasi dan Inklusi Keuangan kepada Penyuluh Agama di Provinsi Lampung" menyasar penyuluh agama Islam dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menyampaikan sambutan yang diwakili Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menjadi dasar program ini.

Kesenjangan Literasi Syariah di Tengah Indeks Nasional yang Tinggi

Indeks literasi keuangan nasional tercatat 69,57 persen dan inklusi 93,61 persen, melampaui target RPJMN 2029. Namun sektor syariah tertinggal jauh: literasi 43,07 persen, inklusi 13,24 persen.

"Ini adalah sebuah paradoks di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Umat kita masih lebih nyaman atau terpaksa menggunakan produk konvensional karena ketidaktahuan tentang ekosistem keuangan syariah yang aman dan menenangkan. Di sinilah letak peran krusial 1.000 Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan dan Agen Literasi Keuangan Syariah OJK untuk membawa dampak perubahan nyata di tengah masyarakat," tegas Otto dalam sambutan tertulisnya.

Membentengi Warga dari Pinjol Ilegal dan Judi Online

OJK menilai ketidaktahuan soal pengelolaan keuangan berdampak fatal pada sendi-sendi keluarga. Masyarakat pedesaan hingga perkotaan disebut tengah digempur godaan judi online (judol), jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal, dan penipuan investasi bodong.

Pembekalan bagi 1.000 penyuluh diarahkan agar pesan edukasi keuangan disisipkan dalam majelis taklim, khutbah, dan dakwah. Warga diminta memahami prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memakai produk keuangan.

Pembukaan rekening syariah bagi para penyuluh didesain agar mereka mempraktikkan dan merasakan langsung manfaat lembaga keuangan resmi. OJK menyebut langkah itu sebagai percontohan nyata atau uswatun hasanah sebelum mengajak masyarakat hijrah ke lembaga keuangan resmi.

Dakwah Adaptif untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kegiatan ini menjadi momentum menjadikan dakwah lebih adaptif dan berdampak luas. Sambutannya disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.

"Penyuluh agama yang berdampak adalah mereka yang mampu menjembatani nilainilai keagamaan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Bawalah ilmu ini ke tengah umat, kembangkan metode penyuluhan yang relevan, dan pastikan kehadiran penyuluh benar-benar dirasakan manfaatnya untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga serta menjauhkan masyarakat dari kejahatan keuangan," ujarnya.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan TPAKD Provinsi Lampung, KDEKS Provinsi Lampung, POKJALUH Agama Islam, Bank Indonesia, ASBISINDO, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kanwil Lampung, dan PT KISI Sekuritas. Kolaborasi itu diharapkan mendongkrak literasi dan inklusi keuangan syariah di Lampung.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: lampungnewspaper.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top