LAMPUNG SELATAN — Rapat koordinasi pejabat Pemkab Lampung Selatan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati, Senin (12/10/2026), menyoroti kesiapan petugas penghubung atau liaison officer (LO) sebagai ujung tombak pelayanan kafilah. Setiap kepala perangkat daerah yang ditunjuk bertanggung jawab mendampingi satu rombongan peserta dari kabupaten/kota lain.
Supriyanto menegaskan pola pendampingan itu bukan sekadar penugasan administratif. Satu rombongan kafilah akan ditangani beberapa dinas sekaligus agar kebutuhan peserta terlayani sejak kedatangan hingga pelepasan.
"Kepala perangkat daerahnya langsung sebagai LO. Nanti satu rombongan kafilah ditangani oleh beberapa dinas," tegas Supriyanto dalam arahannya.
Penunjukan kepala perangkat daerah sebagai LO membuat koordinasi tidak berhenti di level staf. Setiap dinas yang terlibat wajib memastikan kebutuhan kafilah yang menjadi tanggung jawabnya terpenuhi sebelum peserta tiba di Lampung Selatan.
Selain pendampingan, Supriyanto meminta kesiapan lokasi perlombaan menjadi perhatian serius. Kebersihan lingkungan, kelengkapan fasilitas, dan kebutuhan teknis di setiap titik harus tuntas sebelum perlombaan dimulai.
Evaluasi pelaksanaan MTQ sebelumnya menemukan sejumlah nomor kontak LO yang tidak aktif atau kurang responsif. Temuan itu menjadi dasar penekanan agar aspek komunikasi diperbaiki pada penyelenggaraan tahun ini.
Setiap LO diminta memastikan nomor kontak yang digunakan selalu aktif dan mudah dihubungi kafilah yang didampingi. Komunikasi lancar dinilai menentukan kelancaran koordinasi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
"Nanti dokumentasikan kegiatan tersebut, dan diunggah ke grup koordinasi agar pelaksanaan tugas dapat dipantau bersama," ujar Supriyanto.
Dokumentasi kegiatan pendampingan yang diunggah ke grup koordinasi memungkinkan pemantauan bersama antar perangkat daerah. Lewat cara itu, kendala di lapangan bisa diketahui lebih cepat dan ditangani sebelum membesar.
Panitia telah memetakan sembilan mimbar perlombaan yang tersebar di sejumlah lokasi, termasuk Aula PKK Lampung Selatan. Seluruh titik itu perlu dipastikan siap agar pelaksanaan lomba berlangsung tertib dan nyaman bagi peserta maupun tamu undangan.
Pendampingan kafilah mencakup penyambutan saat kedatangan hingga pelepasan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Setiap LO juga diminta berkoordinasi langsung dengan kafilah yang didampingi, bukan hanya menunggu laporan dari panitia.
MTQ ke-23 Tingkat Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung 25-31 Oktober 2026. Pemkab Lampung Selatan berharap persiapan matang membuat penyelenggaraan berjalan lancar sekaligus memberi pengalaman baik bagi kafilah dan tamu selama berada di wilayah itu.