Status Anak Krakatau Naik ke Siaga, BPBD Lampung Sebut Abu Erupsi Belum Berdampak

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:47:00 WIB
Gunung Anak Krakatau mengalami sembilan kali erupsi hingga Jumat (9/10) pukul 19.20 WIB.

LAMPUNG — Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Aswarodi menyampaikan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau pascakenaikan status. Pemantauan dilakukan lewat citra satelit Terminal BMKG Lampung untuk memastikan arah sebaran abu vulkanik.

Meski belum ada dampak langsung, BPBD meminta warga tidak cepat percaya informasi yang belum terverifikasi. "BPBD Provinsi Lampung mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi atau hoaks," kata Aswarodi, Sabtu (10/10).

Erupsi Tercatat Sembilan Kali hingga Jumat Sore

Aswarodi menyebut Gunung Anak Krakatau mengalami sembilan kali erupsi hingga Jumat (9/10) pukul 19.20 WIB. Erupsi itu memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi mencapai 32 detik.

Tinggi kolom abu saat kejadian tidak teramati. Pemantauan Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan fluktuasi dengan energi relatif rendah.

Data tiltmeter Stasiun Tanjung pada periode 21 September hingga 9 Oktober 2026 memperlihatkan pola fluktuatif dengan kecenderungan mendatar pada komponen Y. Kenaikan status ke Level III Siaga ditetapkan berdasarkan analisis dan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas vulkanik terkini.

Radius 5 Kilometer Dilarang untuk Aktivitas Warga dan Wisatawan

Seiring kenaikan status, BPBD Lampung melarang aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Larangan itu berlaku bagi masyarakat maupun wisatawan.

Warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya lanjutan. Bahaya itu meliputi lontaran batu pijar, hujan abu vulkanik lebat, aliran lava, hingga erupsi sekunder.

Erupsi sekunder dapat terjadi akibat kontak material lava bersuhu tinggi dengan air laut maupun air hujan. "Apabila terjadi erupsi berkepanjangan, terutama saat aktivitas erupsi masih berlangsung, masyarakat diimbau menyiapkan dan menggunakan masker sesuai kondisi paparan abu vulkanik," ujarnya.

Informasi Resmi Bisa Diakses lewat PVMBG dan Pusdalops BPBD

Aswarodi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi resmi soal aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diakses melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan instansi berwenang. Langkah itu untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top