BANDARLAMPUNG — Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di lingkungan Pemprov Lampung mengusung tema nasional "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Marindo Kurniawan membacakan sambutan tertulis Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di hadapan peserta upacara. Peringatan tahun ini disebut sebagai pengingat strategis bahwa persatuan bangsa adalah fondasi utama mewujudkan kesejahteraan bersama.
Gubernur Lampung menyoroti bahwa tantangan kebangsaan saat ini kian kompleks seiring masifnya arus digitalisasi. Menurutnya, ancaman terhadap persatuan tidak lagi datang dalam bentuk konvensional, melainkan melalui perangkat digital yang dipakai sehari-hari.
"Namun tantangan zaman ini memang berbeda. Ancaman terhadap persatuan kita ini datang lewat layar gawai, lewat hoaks, ujaran kebencian, dan pesan yang memecah belah. Di situlah Pancasila harus hadir, bukan hanya dihafal, tetapi diamalkan dalam sikap sehari-hari," ujar Sekdaprov membacakan sambutan Gubernur.
Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas moral sekaligus pedoman operasional di setiap lini pembangunan daerah. Pembangunan dinilai tidak boleh hanya berfokus pada target pertumbuhan statistik semata.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah wajib menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan hasil bagi seluruh elemen masyarakat. Pendekatan itu disebut sebagai pembangunan yang menempatkan manusia sebagai tujuan utama.
"Inilah pembangunan yang berlandaskan Pancasila. Pembangunan yang menempatkan manusia sebagai tujuan utama dan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasinya. Karena itu, jalan yang kita bangun harus membuka akses dan kesempatan ekonomi," pesan Gubernur.
Gubernur merinci sejumlah sektor yang menjadi perhatian, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga pemberdayaan UMKM. Setiap sektor diarahkan agar membuka akses dan kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri.
"Pendidikan yang kita bangun harus membuka masa depan generasi muda. Pelayanan kesehatan harus menjangkau seluruh masyarakat. Pembangunan pertanian harus meningkatkan kesejahteraan petani, serta pemberdayaan UMKM harus membuka kesempatan masyarakat untuk tumbuh dan mandiri," lanjutnya lagi.
Menutup sambutannya, Sekdaprov mengajak jajaran aparatur pemerintah dan segenap elemen masyarakat Lampung menjadikan peringatan ini sebagai momentum merawat persatuan melalui aksi nyata sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila dinilai tidak cukup hanya diperingati setiap tahun.
"Pancasila tidak akan kuat hanya karena kita peringati setiap tahun. Pancasila kuat karena kita rawat setiap hari lewat sikap jujur, adil, dan saling menghargai. Tugas kita adalah memastikan nilai-nilai itu diwariskan utuh kepada generasi berikutnya, dan kita menjaganya dengan bekerja, bergotong royong, dan merawat persaudaraan," pungkasnya.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri perwakilan pimpinan DPRD Provinsi Lampung, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, instansi vertikal, pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Lampung, personel TNI/Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung.
Di akhir upacara, Sekdaprov menyerahkan tali asih kepada tiga ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memasuki masa purna bakti.