LAMPUNG TIMUR — Nur Inayah, warga Sekampung, Lampung Timur, datang bersama rombongan untuk mengikuti rangkaian haul sekaligus Imtihan Santri ke-60 Pondok Pesantren Darussalamah. Rombongan tersebut menggunakan tiga mobil, dengan sekitar tujuh orang berada dalam satu kendaraan yang ia tumpangi.
Menurut Nur Inayah, rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan menghadirkan sejumlah agenda. Kegiatan tersebut antara lain Tari Sigeh Penguten, sambutan dari sejumlah perwakilan pemerintah daerah, mauidhoh hasanah, serta prosesi Imtihan Santri Pondok Pesantren Darussalamah.
"Pertama itu ada Tari Sigeh Penguten, terus ada sambutan-sambutan dari perwakilan gubernur, dari Ibu Bupati, kemudian mauidhoh hasanah sama prosesi Imtihan di Pondok Pesantren Darussalamah," ujar Nur Inayah.
Suasana ramai menjadi salah satu alasan Nur Inayah tertarik mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, keramaian dalam kegiatan keagamaan memberikan pengalaman tersendiri bagi jamaah.
"Yang bikin tertarik, ramainya. Soalnya seru kalau datang ke sini," katanya.
Selain menikmati rangkaian acara, Nur Inayah juga memperoleh kesempatan bertemu dengan jamaah dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut menurutnya memberikan tambahan pengalaman dan wawasan.
"Seru, terus dapat ilmu juga, ketemu banyak orang-orang baru yang menambah wawasan dan juga pengetahuan," ujar Nur Inayah.
Kegiatan haul dan pengajian menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memperoleh pengetahuan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dari berbagai daerah. Bagi generasi muda, kegiatan keagamaan juga dapat menjadi ruang untuk mengenal lingkungan pesantren, mengikuti majelis ilmu, serta membangun silaturahmi dengan sesama jamaah.
Di tengah beragam aktivitas anak muda, Nur Inayah mengajak generasi Z untuk menyediakan waktu mengikuti pengajian dan majelis ilmu. Ia menyampaikan ajakan tersebut setelah mengikuti rangkaian Haul Syeikh Abdul Qodir Jailani ke-887 di Pondok Pesantren Darussalamah.
"Untuk anak Gen Z, jangan banyakin ngopi di kafe, tapi banyakin pengajian. Karena kopi tidak dibawa mati, melainkan ilmu yang dibawa mati," ucapnya.
Haul Syeikh Abdul Qodir Jailani ke-887 mempertemukan jamaah dari berbagai daerah di Pondok Pesantren Darussalamah. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana kebersamaan.
Selain haul, penyelenggara juga menggelar Imtihan Santri ke-60. Rangkaian tersebut menghadirkan sisi pendidikan pesantren dalam kegiatan yang sama.
Kehadiran jamaah dari berbagai daerah turut memperkuat fungsi kegiatan haul sebagai ruang silaturahmi. Pertemuan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren.