LAMPUNG — Membandingkan dua produk sering berhenti di gambar kemasan dan klaim besar di bagian depan. Padahal informasi gizi, daftar bahan, sampai takaran saji tersimpan di balik kemasan. Tujuh poin berikut membantu kamu membaca label makanan dengan lebih teliti sebelum membeli.
Label pangan olahan memuat nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, Informasi Nilai Gizi, keterangan alergen, tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, hingga nomor izin edar. Semua itu bisa jadi pertimbangan sebelum makanan masuk keranjang belanja.
Angka di Informasi Nilai Gizi dibaca berdasarkan jumlah sajian, bukan per bungkus. Satu bungkus biskuit bisa mencantumkan takaran saji 30 gram dengan 3 sajian per kemasan dan energi 150 kkal per sajian. Kalau kamu habiskan satu bungkus, totalnya sekitar 450 kkal, bukan 150 kkal.
Di tabel ini kamu menemukan energi, lemak total, lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula total, dan natrium. Nggak perlu menganggap satu angka sebagai penentu mutlak. Baca beberapa informasi sekaligus dan sesuaikan dengan kebutuhanmu.
Keduanya layak dapat perhatian khusus, terutama saat membandingkan produk sejenis. Jangan mengandalkan rasa untuk memperkirakan kandungan natrium karena makanan yang nggak terasa asin tetap bisa mengandung natrium. Untuk gula, jangan hanya mencari kata "gula" di daftar bahan, lihat juga angka gula total di tabel gizi.
Bagian ini sering dilewati karena ditulis kecil dan panjang. Padahal bahan dicantumkan berdasarkan urutan jumlah penggunaannya, dari yang paling banyak ke paling sedikit. Kalau ingin tahu bahan yang dipakai suatu produk, baca daftarnya utuh, bukan hanya mencari satu bahan yang sedang kamu perhatikan.
Tulisan "tinggi serat", "rendah lemak", atau "tanpa tambahan gula" sebaiknya dianggap informasi awal, bukan dasar tunggal untuk memilih. Klaim pada label pangan olahan punya ketentuan tersendiri. Produk berlabel "tanpa tambahan gula" tidak otomatis bebas gula, jadi tetap cek gula total dan bahan yang digunakan.
Kolom % AKG menunjukkan seberapa besar kontribusi satu sajian terhadap Angka Kecukupan Gizi harian. Informasi ini membantu kamu menilai apakah produk tersebut menyumbang gizi dalam jumlah besar atau kecil. Sesuaikan dengan pola makan dan kebutuhan harianmu.
Dua hal ini menentukan kualitas produk sampai ke tanganmu. Tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas aman konsumsi, sementara cara penyimpanan memberi tahu kondisi yang dibutuhkan agar produk tetap layak. Jangan hanya melihat harga dan gambar kemasan.
Membaca label makanan bukan soal menghitung setiap angka, tapi tahu informasi mana yang perlu diperhatikan. Mulai dari takaran saji, gula, natrium, daftar bahan, hingga tanggal kedaluwarsa, semuanya bisa jadi dasar belanja yang lebih cermat.