BMKG Peringatkan Gelombang 3,2 Meter di Perairan Barat Lampung, Nelayan Kecil Diminta Waspada

Penulis: Nasrul Effendi  •  Sabtu, 19 September 2026 | 10:46:00 WIB

BANDAR LAMPUNG — Gelombang tinggi diprakirakan mendominasi perairan Lampung sepanjang Sabtu (19/9/2026). Pemutakhiran data BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang menempatkan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan sebagai dua wilayah dengan risiko tertinggi.

Di Perairan Barat Lampung, tinggi gelombang bergerak dari sekitar 2,5 meter pada dini hari, naik menjadi 2,6 meter pagi, dan 2,8 meter sekitar pukul 09.00 WIB. Puncaknya terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dengan ketinggian mencapai 3,2 meter, sebelum sedikit menurun ke 3,1 meter pada malam hari.

Angin di wilayah itu bertiup dari tenggara dengan kecepatan 11–13 knot. Hembusan maksimumnya bisa menyentuh 22 knot, sementara arus laut bergerak ke arah tenggara sekitar 1–1,2 knot.

Selat Sunda Selatan dan Utara Lampung

Selat Sunda bagian selatan juga masuk kategori gelombang tinggi. Data BMKG pada 18 September pukul 07.00 WIB mencatat gelombang sekitar 2,7 meter dengan angin dari timur berkecepatan sekitar 17 km/jam.

Kondisi itu perlu jadi perhatian kapal dan aktivitas penyeberangan yang melintasi kawasan Selat Sunda. Risiko meningkat ketika angin menguat dan gelombang ikut naik.

Sebaliknya, Selat Sunda bagian utara relatif tenang. Gelombang diprakirakan sekitar 0,4 meter pada dini hari hingga pagi, naik ke sekitar 0,6 meter siang, lalu maksimal sekitar 1,1 meter pada malam hari.

Teluk Lampung Bagian Selatan Berpotensi Capai 2,2 Meter

Teluk Lampung bagian selatan berada di bawah dua wilayah sebelumnya, tetapi tetap dalam kategori gelombang sedang. BMKG memprakirakan gelombang sekitar 1,3 meter pada pagi hari, meningkat menjadi 1,8 meter mulai siang, dan sekitar 2,2 meter pada malam hari.

Angin di kawasan ini dapat mencapai 20 knot, terutama menjelang malam. Kecepatan angin di perairan Lampung secara umum bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan rentang 2–20 knot.

Angin terkuat terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, dan Teluk Lampung bagian selatan.

Imbauan untuk Nelayan dan Pengguna Jasa Pelayaran

Nelayan, kapal kecil, dan pengguna jasa pelayaran diminta memperhatikan perkembangan angin dan gelombang sebelum melaut. Wilayah perairan terbuka bagian barat Lampung dan Selat Sunda selatan menjadi dua titik yang paling perlu diantisipasi.

Aktivitas nelayan kecil di perairan terbuka berisiko lebih tinggi karena kombinasi gelombang besar dan hembusan angin yang menguat. Pemantauan cuaca berkala sebelum berangkat menjadi langkah paling sederhana untuk menekan risiko di laut.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: lampung.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top