LAMPUNG — Rosan mengatakan dirinya dan Suahasil telah menjadwalkan pertemuan pada Kamis atau Jumat pekan ini. Agenda pertemuan mencakup sejumlah program yang berkaitan dengan Danantara maupun Kementerian Investasi.
"Saya rasa tidak akan masalah karena pergantian. Tadi sempat bicara dengan Pak Suahasil, semua program-program yang masih berjalan atau outstanding kita akan segera duduk bareng," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9).
Danantara sebelumnya menargetkan pengalihan saham BUMN di KCIC ke Kemenkeu rampung pada September 2026. Rosan berharap proses tersebut bisa diselesaikan pekan ini.
"Ya, ini sih tim langsung tetap bekerja. Mudah-mudahan sih minggu ini bisa beres semua," katanya.
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyebut saham milik BUMN di KCIC akan dialihkan sepenuhnya kepada salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. Skema ini dipilih agar pengelolaan aset tidak membebani APBN secara langsung.
Saat ini, 60 persen saham KCIC dipegang konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Konsorsium itu terdiri dari empat perusahaan pelat merah:
Sementara 40 persen saham sisanya dimiliki konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Porsi tersebut tidak berubah dalam rencana pengalihan ini.
Rencana pengalihan saham ini pertama kali disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa setelah bertemu Dony pada 5 Agustus lalu. Purbaya kala itu menyatakan saham KCIC akan dikelola melalui salah satu SMV Kemenkeu agar tidak menjadi beban langsung APBN.
Purbaya juga memastikan pengalihan saham tersebut tidak berarti utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditaksir mencapai Rp79 triliun ikut dialihkan ke APBN. Menurutnya, SMV Kemenkeu memiliki kemampuan keuangan untuk mengelola aset tersebut tanpa suntikan dana pemerintah.
Suahasil Nazara dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri keuangan pada Senin (14/9), menggantikan Purbaya. Pengangkatan tersebut berlaku untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Sebelum menjadi menkeu, Suahasil menjabat sebagai wakil menteri keuangan sejak 2019. Ia kembali menduduki posisi tersebut pada pemerintahan Prabowo-Gibran sejak 2024.
Bagi investor, kelancaran proses pengalihan ini menjadi sinyal penting terkait arah pengelolaan aset strategis BUMN di sektor infrastruktur. Kepastian skema pembiayaan KCIC ke depan turut memengaruhi posisi keuangan PT Wijaya Karya dan PT Jasa Marga yang saat ini tercatat sebagai pemegang saham melalui konsorsium PSBI.