LAMPUNG — Yang membuat situasi ini makin ramai dibicarakan: Meta memperkenalkan agen AI bernama Muse pada September 2026, tak lama setelah handle @muse terlihat dipakai produk AI tersebut. Sampai sekarang, belum ada penjelasan resmi soal bagaimana perpindahan handle itu terjadi.
Muse adalah band rock asal Inggris yang sudah mendaftarkan mereknya sejak 1999. Nama mereka melejit secara global pada awal 2000-an, dan selama bertahun-tahun handle @muse di Instagram dan X identik dengan band tersebut.
Sekitar pertengahan 2026, penggemar mulai menyadari ada tambahan kata "band" di handle akun resmi Muse. Dari @muse menjadi @museband. Perubahan itu terjadi sebelum Meta memperkenalkan agen AI Muse pada September 2026.
Setelah agen AI Meta meluncur, handle @muse justru terlihat aktif digunakan untuk produk AI tersebut. Meta maupun pihak band Muse belum memberikan penjelasan apakah ada kesepakatan, kompensasi, atau proses lain di balik perpindahan ini.
Kekacauan handle ini sempat menjalar ke internal Meta. Sejumlah petinggi perusahaan, termasuk Mark Zuckerberg, sempat menandai akun milik band Muse saat membicarakan agen AI Muse di X. Kemungkinan besar itu terjadi karena handle @muse sebelumnya memang sudah sangat identik dengan band tersebut.
Insiden salah tandai ini memperlihatkan satu hal: perpindahan handle tidak otomatis menghapus asosiasi publik terhadap pemilik lamanya. Bagi pengguna yang mencari @muse, yang muncul sekarang bukan lagi band rock asal Inggris itu, melainkan AI milik Meta.
Kasus Muse bukan yang pertama. Pada 2021, ketika Facebook mengubah nama perusahaan menjadi Meta, perusahaan itu mendapatkan handle @meta di Instagram. Handle tersebut sebelumnya dipakai majalah otomotif independen bernama Meta. Tak lama kemudian, majalah itu mengganti namanya.
Hal serupa terjadi saat Meta meluncurkan Threads pada 2023. Handle @threads di Instagram saat itu masih digunakan bisnis fashion bernama American Threads. Sekitar sebulan kemudian, handle tersebut berpindah ke Meta.
Meta sebelumnya menyatakan pengguna Instagram memang dapat mengganti username mereka. Namun, perusahaan tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proses perpindahan handle seperti kasus @meta maupun @threads bisa terjadi.
Kasus ini menyoroti posisi rentan pemilik handle lama ketika sebuah platform raksasa ingin memakai username yang sama untuk produk barunya. Bagi pelaku bisnis digital dan kreator di Indonesia, kejadian ini jadi pengingat bahwa kepemilikan handle media sosial tidak selalu sekuat kepemilikan merek terdaftar.
Muse sendiri sudah mendaftarkan mereknya sejak 1999, jauh sebelum platform media sosial modern ada. Namun, pendaftaran merek itu tidak serta-merta melindungi handle digital mereka dari perpindahan.
Hingga berita ini ditulis, Meta dan pihak band Muse belum memberikan penjelasan resmi soal apa yang sebenarnya terjadi di balik perpindahan handle @muse.