IHSG Diprakirakan Rebound ke 6.640, Asing Net Sell Rp 733 Miliar

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Senin, 14 September 2026 | 08:20:31 WIB
Pergerakan IHSG diprakirakan berpotensi rebound ke level 6.640 seiring penguatan bursa saham Amerika Serikat.

LAMPUNG — Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut potensi rebound IHSG hari ini ditopang penguatan indeks utama Amerika Serikat. Level support diprakirakan berada di 6.450–6.525, sementara resistansi di 6.600–6.640.

"IHSG berpotensi rebound hari ini, seiring dengan penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS)," kata Fanny dalam risetnya, Senin (14/9/2026).

Wall Street Menguat, S&P 500 Naik 0,86 Persen

Tiga indeks utama Wall Street kompak menghijau saat penutupan akhir pekan. S&P 500 naik 0,86 persen, Nasdaq menguat 0,96 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,98 persen.

Fanny menyebut penguatan itu mengikuti turunnya harga minyak dan data harga konsumen AS yang solid. "Penguatan indeks saham mengikuti turunannya harga minyak dan data harga konsumen yang solid," ucapnya.

Data inflasi AS terbaru menunjukkan harga konsumen meningkat lebih cepat pada bulan lalu. Pemicunya kenaikan harga bensin setelah turun dua bulan berturut-turut.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat

Tekanan inflasi mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga minggu depan. Langkah itu diperlukan untuk memperketat kebijakan moneter di tengah inflasi yang belum mereda.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun hampir 3 persen namun tetap bertahan di atas USD104 per barel. Sepanjang sepekan, harga minyak masih mencatat kenaikan sekitar 9 persen akibat eskalasi Konflik Timur Tengah.

"Harga minyak mentah Brent turun hampir 3 persen namun tetap berada di atas USD104 per barel," ujar Fanny.

Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing

Pelemahan IHSG pada penutupan akhir pekan disertai aksi jual bersih investor asing. Lima saham dengan net sell terbesar adalah:

  • BBCA (Bank Central Asia)
  • CUAN
  • CPIN (Charoen Pokphand Indonesia)
  • ADRO (Adaro Energy)
  • BBNI (Bank Negara Indonesia)

Net sell asing sebesar Rp 733 miliar menandakan tekanan eksternal masih membayangi pasar domestik. Investor asing cenderung menahan posisi menjelang keputusan The Fed.

Bursa Asia-Pasifik Kompak Anjlok

Bursa utama kawasan Asia-Pasifik serentak melemah pada penutupan akhir pekan. Korea Selatan dan Jepang memimpin penurunan.

Kospi Korea Selatan anjlok 1,9 persen dan Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen. Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen.

Indeks saham Taiwan turun 1,6 persen dan CSI 300 Tiongkok melemah 0,8 persen. Penurunan itu terjadi setelah indeks saham AS tertekan lonjakan harga minyak.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Hari Ini

Rebound IHSG hari ini bergantung pada dua faktor: kelanjutan penguatan Wall Street dan arah ekspektasi suku bunga The Fed. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga menguat, aliran dana asing berpotensi tetap keluar dari pasar saham domestik.

Investor dapat mencermati level resistansi 6.600–6.640 sebagai acuan. Kegagalan menembus level itu membuka peluang IHSG kembali menguji support 6.450–6.525.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top