LAMPUNG — Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia Ming Sunadi menyebut ketahanan sistem jadi kunci di tengah aktivitas digital yang tinggi. Perusahaan menyasar segmen enterprise yang menjalankan aplikasi inti tanpa boleh berhenti.
Dua hal berjalan bersamaan di pasar Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah memfinalisasi Rancangan Peraturan Presiden tentang Roadmap AI Nasional 2026–2029. Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat volume transaksi digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026.
Kondisi itu memaksa perusahaan menjalankan dua beban kerja sekaligus. Sistem pemrosesan transaksi dan basis data korporat harus hidup tanpa henti, sementara komputasi analitik dan AI berskala besar menuntut kapasitas terpisah.
VSP One Block High End mengandalkan arsitektur all-flash NVMe. Angka 50 juta IOPS jadi klaim utama yang dipakai Hitachi Vantara untuk menyasar beban kerja intensif seperti pemrosesan transaksi keuangan dan inferensi AI.
Platform ini juga dirancang menangani lingkungan campuran. Menurut Hitachi Vantara, sistemnya mendukung pengelolaan di lingkungan open systems maupun mainframe dalam satu perangkat lunak manajemen terpadu, VSP 360.
Ancaman siber jadi pertimbangan lain. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat miliaran indikasi lalu lintas internet tidak wajar di Indonesia sepanjang tahun sebelumnya.
VSP One Block High End membawa perlindungan immutable snapshots dan pemulihan otomatis. Sistem ini juga bisa diintegrasikan dengan fitur Ransomware Detection yang didukung CyberSense — layanan berbasis AI untuk mendeteksi anomali, mengidentifikasi kerusakan, dan menentukan titik pemulihan data terbersih.
Enterprise Solutions Consultant Lead Hitachi Vantara Indonesia Sony Chahyadi menekankan bahwa modernisasi infrastruktur bukan sekadar menambah kapasitas.
“Perusahaan membutuhkan kinerja yang andal untuk mendukung berbagai kebutuhan komputasi, pengelolaan yang lebih sederhana di lingkungan open systems dan mainframe, serta kemampuan untuk memulihkan data secara cepat dan akurat ketika terjadi gangguan,” jelas Sony.
Lewat perangkat lunak VSP 360, tim IT dapat memantau kesehatan infrastruktur, mengotomatisasi alur kerja, dan mengontrol lonjakan volume data dari satu dasbor. Fitur ini menyasar perusahaan dengan tim operasional terbatas yang tetap harus menjaga ketersediaan layanan.
VSP One Block High End sudah tersedia secara komersial di Indonesia. Penjualan dilakukan melalui jaringan mitra resmi Hitachi Vantara, bukan langsung ke end user.
Belum ada keterangan soal harga, skema lisensi, atau jadwal ekspansi ke pasar Asia Tenggara lain. Hitachi Vantara juga tidak menyebut target jumlah klien untuk tahun pertama.
Langkah ini memperkuat posisi Hitachi Vantara di segmen storage enterprise Indonesia, bersaing dengan pemain seperti Dell Technologies, NetApp, dan Pure Storage yang juga gencar menawarkan platform all-flash NVMe untuk beban kerja AI.