LAMPUNG — Dua tahun lalu, metode "bulb lasagna" sempat populer karena memungkinkan variasi tinggi dan warna dalam satu area dengan melapiskan umbi di kedalaman berbeda. Kini muncul pendekatan baru yang lebih sederhana: bouquet style. Dinamakan demikian karena hasilnya memang menyerupai buket bunga yang tersusun rapat dan muncul bersamaan di permukaan tanah.
Berbeda dari penanaman berbaris rapi, bouquet style justru mengelompokkan umbi dalam satu lubang berukuran lebar. Peggy Anne Montgomery, horticulturist di Flowerbulb, menjelaskan metode ini sedang naik daun karena memberi hasil mencolok dengan usaha minimal.
"Pendekatan baru pada teknik klasik ini populer karena kemampuannya memberikan hasil yang indah tanpa banyak tenaga," ujar Montgomery. Ia menambahkan, cara ini juga dikenal dengan istilah penanaman "drifts" atau "clumps" karena meniru pola pertumbuhan alami bunga di alam liar. Hasilnya, estetika taman terlihat lebih organik dan tidak kaku.
Bagi pemula, metode ini menghilangkan kebingungan menentukan jarak tanam. Konsentrasi umbi di satu titik juga menguntungkan taman kecil — semburan warna pekat di ruang terbatas memberi kesan taman yang lebih hidup dan terencana.
Jenny San Filippo, blogger di Holland Bulb Farms, memberikan panduan praktis untuk menanam tulip dengan cara ini. Gali lubang berdiameter sekitar 25-30 cm dengan kedalaman 15-20 cm. Letakkan lima hingga tujuh umbi dengan posisi ujung runcing menghadap atas, lalu timbun kembali dengan tanah.
Kunci keberhasilan ada pada dasar lubang yang rata. "Usahakan dasar lubang seflat mungkin agar semua umbi tertanam di kedalaman yang sama," tulis San Filippo di blognya. Ini memastikan tunas muncul serempak dan tinggi bunga relatif seragam.
Keunggulan lain bouquet style adalah fleksibilitas mencampur jenis umbi. San Filippo menyarankan untuk menggabungkan umbi dengan kebutuhan kedalaman tanam serupa. Tulip bisa dipadukan dengan daffodil, atau grape hyacinth dengan scilla.
Pencampuran ini memperpanjang periode berbunga karena setiap jenis memiliki jadwal mekar berbeda. Anda juga mendapat variasi warna lebih banyak di area yang sama tanpa celah kosong seperti metode baris.
Metode ini kurang cocok untuk taman luas yang menginginkan hamparan bunga merata. Karena umbi mengelompok di titik tertentu, area lain akan tampak kosong. Selain itu, persaingan akar antar umbi dalam lubang yang sama berpotensi membuat pertumbuhan sedikit terhambat jika tanah kurang subur — pastikan media tanam kaya kompos sebelum menutup lubang.
Bouquet style paling pas diaplikasikan di area yang ingin tampil natural, mengisi celah kosong di antara tanaman keras, atau mempercantik area di sekitar struktur taman seperti batu dan pagar. Untuk hasil terbaik, gunakan sarung tangan taman berbahan nilon dan nitrile yang direkomendasikan Tom's Guide sebagai produk terbaik di kelasnya.