PESAWARAN — Rumah milik Suryati, warga berkebutuhan khusus tuna wicara di Dusun Paya Induk, Desa Paya, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, kini tengah direnovasi total. Pengerjaan dilakukan langsung oleh puluhan prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir, jajaran Brigade Infanteri 4 Marinir/BS, bersama warga setempat pada Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Renovasi tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Korps Marinir sekaligus bentuk pengabdian nyata prajurit kepada rakyat di wilayah binaannya.
Sebelum memulai pekerjaan, seluruh peserta yang terdiri dari personel Yonif 9 Marinir, perangkat desa, dan masyarakat mengikuti apel pagi serta pengecekan perlengkapan. Doa bersama juga dipanjatkan agar proses renovasi berjalan lancar dan selamat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Paya Zaenulloh dan Letda Mar Oki Setiawan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi yang erat antara TNI dan pemerintah desa dalam membantu warganya.
Renovasi dilakukan dengan harapan Suryati dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat. Bantuan ini tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi bentuk perhatian prajurit terhadap warga yang membutuhkan.
Di tengah aktivitas renovasi, suasana kebersamaan tampak kental. Para prajurit dan warga bekerja bahu-membahu tanpa sekat. Semangat gotong royong ini sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat setempat.
Bagi prajurit, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan bagian dari pengabdian kepada rakyat. Kegiatan ini membuktikan bahwa membantu memperbaiki rumah warga adalah bentuk pengabdian yang nyata dan bermakna.
Sementara bagi warga, keterlibatan langsung para prajurit menjadi dorongan tersendiri untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kekompakan yang terjalin selama kegiatan menjadi gambaran bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan penting di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Yonif 9 Marinir Brigif 4 Mar/BS menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Sebuah hunian yang lebih layak bagi warga yang membutuhkan pun menjadi wujud pengabdian yang tulus. (tri)