LAMPUNG — Porsche 911 Turbo S selalu punya reputasi sebagai mesin akselerasi paling brutal di jalan raya. Tapi di ajang 0–150–0 Speed Test 2026 yang digelar Car and Driver, mobil ini membuktikan bahwa evolusi performa kendaraan listrik dan hybrid berjalan secepat perkembangan AI. Waktu 17,4 detik untuk mencapai 150 mph lalu berhenti total adalah angka yang luar biasa—hanya saja, lima mobil lain di tes ini lebih cepat.
Porsche tidak sekadar menyegarkan bumper atau menambah fitur. Generasi terbaru ini mengganti mesin twin-turbo 3,7 liter flat-six dengan unit 3,6 liter yang lebih kecil. Dua turbocharger kini dilengkapi motor listrik untuk mengisi jeda turbo lag, dan ada satu motor listrik tambahan yang membuat total tenaga mencapai 701 hp.
Tenaga itu disalurkan lewat transmisi dual-clutch delapan percepatan ke sistem all-wheel drive. Bobot mobil tercatat 3.804 pon (sekitar 1.726 kg), menghasilkan rasio power-to-weight 5,4 lb/hp. Ban yang dipakai adalah Pirelli P Zero R dengan ukuran 255/35ZR-20 di depan dan 325/30ZR-21 di belakang—bukan ban khusus drag, melainkan ban performa jalan raya yang tetap legal dipakai harian.
Sistem pengereman juga ikut dirombak. Rotor belakang tumbuh menjadi 16,1 inci, sementara depan tetap 16,5 inci. Keduanya menggunakan cakram karbon-keramik berventilasi dengan lubang cross-drilled. Hasilnya, jarak berhenti dari 150 mph tercatat 533 kaki (sekitar 162 meter)—capaian terbaik ketiga di antara semua peserta tes.
Total jarak yang ditempuh mobil ini dari posisi diam hingga 150 mph lalu kembali ke nol adalah 2.321 kaki. Angka ini lebih baik dari apa pun yang mampu dilakukan generasi 2023, yang membutuhkan 19,3 detik dan finis sebagai juara di event sebelumnya. Ironisnya, di tahun ini waktu tersebut hanya cukup untuk posisi tengah papan.
Salah satu keunggulan 911 Turbo S dibanding rival elektrifikasinya adalah kemudahan persiapan. Tidak perlu pemanasan baterai khusus atau mode launch control yang rumit. Cukup putar dial ke mode Sport agar aerodinamika aktif menempel, set Porsche Stability Management (PSM) ke posisi Sport, lalu tekan tombol Sport Response di tengah dial untuk menaikkan rpm launch ke 4.000.
Setelah itu, lepas pedal rem dan mobil meluncur lurus ke 150 mph tanpa drama. Karakter ini menjadikannya mobil yang sangat mudah dipacu maksimal bahkan oleh pengemudi yang baru pertama kali menjajalnya di lintasan.
Hasil tes ini tidak berarti 911 Turbo S kehilangan taringnya. Justru sebaliknya—mobil ini membuktikan bahwa Porsche mampu mengekstrak performa lebih dari generasi sebelumnya tanpa mengorbankan kepraktisan. Tidak ada prosedur rumit, tidak perlu mode khusus, dan tetap nyaman dipakai harian. Untuk pengguna yang menginginkan supercar serba bisa dengan akselerasi gila dan bisa dipakai ke mal, Turbo S tetap pilihan paling rasional di kelasnya.
Tapi kalau tujuanmu satu: memenangkan perlombaan 0-150-0 mph, maka ada mobil lain yang lebih cepat dengan harga sebanding. Porsche mungkin perlu belajar dari lawan-lawannya yang kini datang dengan baterai besar dan motor listrik ganda—bukan sekadar turbo yang dialiri listrik.