LAMPUNG — Kemenkop tidak sekadar merayakan pencapaian, tetapi juga ingin memetakan siapa saja aktor di balik tumbuhnya ekosistem koperasi yang sehat di Indonesia. Penghargaan ini menyasar kalangan luas, mulai dari pejabat negara, pejabat pemerintah pusat dan daerah, hingga tokoh masyarakat yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap pembinaan koperasi.
Para nominasi berasal dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan tidak hanya terjadi di Pulau Jawa. Kontribusi mereka dinilai menjadi katalis penting dalam mendekatkan koperasi ke masyarakat sekaligus memperluas manfaat ekonomi di tingkat lokal.
Kategori ini juga menjadi ruang apresiasi bagi pejabat pemerintah pusat dan daerah yang berperan aktif membina ekonomi kerakyatan melalui pengabdiannya. Sementara itu, kategori khusus diberikan kepada tokoh masyarakat yang dinilai sukses menggerakkan kemandirian ekonomi rakyat demi kemakmuran bersama.
Nama kategori ini diambil dari bahasa Sanskerta, di mana Nayaka berarti pemimpin dan Pradana bermakna utama atau terdepan. Penamaan ini merefleksikan peran strategis para pengambil keputusan dalam mendukung kemajuan koperasi Indonesia.
Dengan mengangkat nama-nama terbaik dari berbagai wilayah, Kemenkop ingin menunjukkan bahwa koperasi masih menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang relevan. Malam puncak nanti akan menjadi saksi lahirnya pahlawan-pahlawan ekonomi baru yang diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian dari bawah.