BANDARLAMPUNG — Pemprov Lampung mengambil sikap tegas untuk mempercepat jalannya survei seismik 2D Gerbera. Percepatan ini dinilai krusial karena hasil survei akan menjadi dasar penentuan langkah eksplorasi migas selanjutnya di provinsi yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda ini.
Survei seismik 2D merupakan tahap awal dalam industri hulu migas untuk memetakan struktur geologi di bawah permukaan bumi. Data yang dihasilkan akan menunjukkan lapisan batuan yang berpotensi menyimpan hidrokarbon, sehingga perusahaan migas bisa menentukan titik pengeboran dengan lebih akurat.
Potensi migas di Lampung selama ini belum tergarap maksimal. Padahal, posisi geologisnya berada di cekungan Sumatra bagian selatan yang dikenal kaya akan cadangan hidrokarbon.
Dengan adanya dorongan percepatan ini, diharapkan proses administrasi dan perizinan yang kerap menjadi hambatan bisa dipangkas. Hal itu akan membuka jalan bagi perusahaan untuk segera melakukan akuisisi data lapangan.
Keberhasilan survei ini diharapkan tidak hanya menambah cadangan nasional, tetapi juga mengerek pertumbuhan ekonomi Lampung. Sektor migas yang beroperasi akan menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan usaha mikro di sekitar wilayah operasi.
Bagi pemerintah pusat, temuan potensi migas baru di Lampung berarti tambahan pasokan energi di tengah menurunnya produksi sumur-sumur tua. Bagi daerah, aktivitas eksplorasi menjadi stimulus bagi sektor jasa dan logistik.
Pemprov Lampung menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran proyek ini. Dukungan tersebut mencakup koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat serta fasilitasi kebutuhan perizinan di tingkat daerah.
Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Lampung serius menggarap sektor energi dan siap menjadi bagian dari rantai pasok migas nasional.