Festival Nyambai 2026 Resmi Dibuka di Pesisir Barat, 16 Saibatin Marga Hadiri Malam Perdana

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55:01 WIB
Festival Nyambai 2026 resmi dibuka di Desa Budaya Bumi Lebu, Pesisir Barat, Jumat (14/8/2026) malam.

PESISIR BARAT — Festival Nyambai 2026 resmi dimulai di Desa Budaya Bumi Lebu, Pesisir Barat, Jumat (14/8/2026) malam. Acara yang berlangsung hingga beberapa hari ke depan ini melibatkan 16 saibatin marga, tokoh adat, akademisi, hingga seniman nasional Ari Pahala Hutabarat.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Komunitas Lamban Lembah dengan Desa Budaya Bumi Lebu, didukung Dana Indonesia Raya, Kemenbud RI, dan LPDP.

Nyambai Bukan Sekadar Tarian, Melainkan Dialog Budaya

Ketua pelaksana Novri Rahman menegaskan bahwa Nyambai memiliki makna lebih dalam dari sekadar pertunjukan seni. Dalam tradisi ulun Lampung, perjumpaan dalam Nyambai selalu diisi syair, gerak, penghormatan, dan etika.

"Jadi Nyambai tidak hanya tarian, tetapi juga memiliki nilai, makna, dan filosofi di dalamnya," papar dosen UIN Raden Intan Lampung itu kepada peserta festival.

Menurut Novri, Nyambai pada hakikatnya adalah dialog kebudayaan masyarakat Lampung. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

"Karena itu, Festival Nyambai 2026 kami harapkan menjadi ruang perjumpaan, pembelajaran, dan regenerasi kebudayaan Lampung," urainya.

Pelestarian Budaya Butuh Keterlibatan Semua Elemen

Kuswanto dalam sambutannya mengingatkan bahwa menjaga budaya bukan hanya tugas pemerintah. Ia menyebut seluruh elemen masyarakat dan komunitas budaya memiliki tanggung jawab yang sama.

"Bukan hanya dibebankan kepada pemerintah, namun tugas seluruh elemen, masyarakat, dan komunitas budaya," ingatnya di hadapan para tamu undangan.

Malam pembukaan turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Barat, Ketua Darma Wanita Pesibar, serta sejumlah pejabat pemerintah dan pelaku budaya.

Mengapa Festival Ini Penting bagi Generasi Muda Lampung

Festival Nyambai 2026 dirancang bukan hanya untuk perayaan semata. Novri menegaskan regenerasi menjadi kata kunci dalam perhelatan ini karena pewarisan nilai budaya membutuhkan keterlibatan aktif generasi penerus.

Kehadiran para saibatin marga dari berbagai wilayah Lampung dalam malam perdana menunjukkan kuatnya dukungan struktur adat terhadap upaya pelestarian ini. Dukungan dari pemerintah pusat melalui Kemenbud RI juga menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap budaya lokal tengah menguat.

Dengan digelarnya festival di Desa Budaya Bumi Lebu, diharapkan kawasan ini semakin dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Lampung di Pesisir Barat.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampung.rilis.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top