PESAWARAN — Pengibaran bendera Merah Putih tidak selalu dilakukan di halaman kantor atau lapangan upacara. Di Pesawaran, Lampung, para prajurit memilih medan yang jauh lebih menantang: puncak menara pemancar Telkomsel setinggi 74 meter yang berdiri kokoh di sekitar Mako Brigif 4 Marinir/BS.
Dengan perlengkapan seadanya dan nyali yang teruji, mereka memanjat struktur besi menara tersebut untuk memastikan bendera kebangsaan tetap berkibar di titik tertinggi. Pemandangan itu tidak hanya menggugah rasa bangga, tetapi juga menjadi pembuktian nyata bahwa patriotisme tidak mengenal kata menyerah.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Bagi para prajurit, mengibarkan bendera di ketinggian 74 meter adalah momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Di tengah tantangan medan yang tidak mudah, para prajurit tetap berdiri tegak membawa kehormatan Merah Putih hingga ke tempat tertinggi. Aksi ini sekaligus mencerminkan tekad untuk senantiasa menjaga kehormatan bangsa dan menggelorakan semangat kebangsaan.
Berkibarnya Sang Merah Putih di puncak menara menjadi pesan kuat bahwa di mana pun berada dan setinggi apa pun tantangan yang dihadapi, jiwa patriotisme prajurit tidak akan pernah surut.
Bagi Brigif 4 Marinir/BS, Merah Putih bukan sekadar selembar kain berwarna. Ia adalah kehormatan, perjuangan, dan harga diri bangsa yang akan terus dijunjung tinggi hingga ke puncak tertinggi. Semangat itu diringkas dalam jargon satuan mereka: Jiwa Ragaku Demi Tanah Air!
Kegiatan pengibaran bendera di ketinggian ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI yang diisi dengan aksi-aksi yang membangkitkan semangat nasionalisme, tidak hanya bagi prajurit, tetapi juga bagi masyarakat yang menyaksikannya.