Mengulik Angka dan Fakta di Balik 5 Desa Wisata Lampung

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:26:00 WIB
Mengulik Angka dan Fakta di Balik 5 Desa Wisata Lampung

LAMPUNG - Data Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata mencatat beberapa desa wisata di Lampung telah meraih penghargaan di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), seperti Rigis Jaya, Kelawi, Pulau Pahawang, dan Kiluan Negeri.

Desa-desa tersebut menawarkan pengalaman yang jauh lebih kaya daripada sekadar menikmati panorama alam.

Setiap desa wisata terbaik di Lampung memiliki karakter unik, mulai dari perkebunan kopi di kawasan perbukitan, pantai dengan program konservasi penyu, kekayaan bawah laut, suasana hutan tropis, hingga perairan yang menjadi habitat lumba-lumba.

Lampung memiliki bentang alam yang lengkap, dari pegunungan sampai pesisir. Potensi itu kemudian berkembang menjadi wisata berbasis masyarakat yang memberi ruang bagi warga untuk terlibat dalam pengelolaan destinasi.

Konsep ini membuat perjalanan terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga dapat mengikuti aktivitas pertanian, menikmati kuliner lokal, belajar konservasi, mencoba kegiatan bahari, atau mengenal kesenian tradisional.

5 Desa Wisata Terbaik di Lampung

Berikut lima desa wisata di Lampung yang menarik untuk dimasukkan dalam daftar perjalanan.

1. Rigis Jaya, Menikmati Kehidupan di Negeri Kopi

Berada di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Rigis Jaya dikenal sebagai desa wisata berbasis perkebunan kopi.

Desa ini berada pada kawasan dengan ketinggian sekitar 860–1.310 meter di atas permukaan laut dan memiliki perkebunan kopi robusta yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Rigis Jaya bahkan tercatat sebagai 50 besar ADWI 2021.

Daya tarik utama Rigis Jaya bukan hanya pemandangan kebun kopi yang hijau. Pengunjung dapat mengikuti perjalanan kopi dari proses pembibitan, budidaya, pengolahan pascapanen, penyangraian, hingga penyeduhan.

Pola wisata ini membuat kopi tidak sekadar menjadi produk yang dinikmati, melainkan menjadi cerita yang dapat dipahami dari hulu hingga hilir.

Suasana pedesaan juga menjadi bagian dari pengalaman. Hamparan perkebunan di kawasan perbukitan memberikan nuansa sejuk, sementara interaksi dengan petani memperlihatkan bagaimana komoditas kopi menjadi bagian dari ekonomi masyarakat.

Rigis Jaya juga memiliki kekayaan budaya. Jadesta mencatat adanya atraksi Tari Nyambai, Gamolan Pekhing, kegiatan bancaan atau kepungan, serta jelajah Bukit Rigis.

Gamolan Pekhing sendiri merupakan alat musik tradisional berbahan bambu yang dimainkan sebagai bagian dari kesenian masyarakat Lampung.

Bagi pencinta kopi dan wisata pedesaan, Rigis Jaya menawarkan kombinasi antara lanskap perkebunan, edukasi, budaya, dan keramahan masyarakat.

2. Kelawi, Pantai dan Konservasi Penyu dalam Satu Perjalanan

Desa Kelawi berada di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu daya tarik utamanya adalah Pantai Minang Rua yang menghadirkan garis pantai, tebing, serta sejumlah objek wisata alam di kawasan sekitarnya.

Menurut data Jadesta, Pantai Minang Rua memiliki garis pantai sekitar 10 kilometer dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata.

Kawasan ini memiliki sejumlah atraksi seperti Green Canyon, Taman Bawah Laut, Air Terjun Jamara, Air Terjun Khaja Saka, Batu Alif, Goa Lalay, hingga aktivitas snorkeling. Kelawi juga masuk 75 besar ADWI 2023.

Hal yang membuat Kelawi semakin menarik adalah keberadaan konservasi penyu. Pantai ini menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur sehingga masyarakat terlibat dalam upaya menjaga telur hingga menetas.

Setelah cukup kuat, tukik dapat dilepasliarkan ke habitatnya. Pada waktu tertentu, pengunjung berkesempatan menyaksikan kegiatan pelepasan tersebut.

Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan.

Keindahan pantai tidak hanya dijadikan objek rekreasi, tetapi juga menjadi alasan untuk menjaga ekosistem pesisir.

Kombinasi pantai, air terjun, tebing, aktivitas bawah laut, dan konservasi membuat Kelawi cocok bagi wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman lebih beragam dalam satu kawasan.

3. Pulau Pahawang, Pesona Bahari yang Lengkap

Pulau Pahawang merupakan salah satu destinasi bahari yang telah lama dikenal di Lampung. Secara administratif, Desa Wisata Pulau Pahawang berada di Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran.

Desa ini tercatat sebagai 50 besar ADWI 2022 dan saat ini memiliki kategori desa wisata maju di Jadesta.

Kawasan Pahawang memiliki karakter geografis yang menarik karena terdiri atas wilayah daratan, perbukitan, pantai, laut, dan ekosistem mangrove. Kondisi tersebut menciptakan banyak pilihan kegiatan wisata, khususnya wisata bahari.

Snorkeling dan diving menjadi aktivitas populer karena perairan di sekitar pulau memiliki potensi ekosistem laut yang menarik.

Namun, pengalaman di Pahawang tidak berhenti pada kegiatan menikmati pemandangan bawah laut.

Jadesta mencatat adanya program transplantasi terumbu karang, penanaman mangrove, fun camping, festival budaya, serta kegiatan budidaya perikanan.

Pengembangan kegiatan konservasi tersebut menjadi nilai tambah bagi Pahawang. Wisatawan dapat menikmati keindahan laut sekaligus mengenal upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.

Pahawang juga memiliki pilihan akomodasi berupa homestay lokal dan berbagai fasilitas pendukung. Kuliner laut serta produk olahan masyarakat turut memperkaya pengalaman.

Dengan perpaduan alam, aktivitas bahari, budaya, dan ekonomi lokal, Pahawang layak disebut sebagai salah satu desa wisata terbaik di Lampung yang memiliki daya tarik kuat sepanjang tahun.

4. Harapan Jaya, Menyatu dengan Alam Pegunungan

Desa Harapan Jaya berada di Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Desa ini berada pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dan memiliki karakter masyarakat yang beragam.

Dalam catatan Jadesta, Harapan Jaya masuk 100 besar ADWI 2021.

Keunggulan Harapan Jaya terletak pada suasana alam dan kehidupan pedesaannya. Kawasan Way Ratai dikenal memiliki lanskap perbukitan dan hutan yang cocok untuk kegiatan luar ruang.

Salah satu potensi yang berkembang adalah wisata alam di sekitar kawasan hutan, termasuk aktivitas pendakian dan penjelajahan.

Kehidupan masyarakat juga menjadi bagian dari pengalaman wisata. Jadesta mencatat keberadaan seni budaya Kuda Lumping Tri Cahyo Budoyo sebagai salah satu atraksi.

Selain itu, tersedia paket yang berkaitan dengan kerajinan tangan masyarakat serta produk kopi lokal seperti Kopi Rumba dan Kopi Sukma Ilang.

Keberadaan produk lokal tersebut memperlihatkan bahwa desa wisata dapat menggabungkan potensi alam dengan ekonomi kreatif.

Hasil kebun, kerajinan, kesenian, dan lanskap pedesaan dapat menjadi bagian dari satu pengalaman perjalanan.

Harapan Jaya cocok bagi pencinta wisata yang mencari suasana lebih tenang.

Jauh dari karakter destinasi yang padat aktivitas, desa ini menawarkan kesempatan untuk menikmati udara pegunungan, lanskap hijau, serta interaksi dengan kehidupan masyarakat lokal.

5. Kiluan Negeri, Menyaksikan Lumba-Lumba di Laut Lepas

Kiluan Negeri berada di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Desa pesisir ini terkenal dengan Teluk Kiluan dan aktivitas wisata baharinya.

Pengembangan wisata berbasis masyarakat di kawasan tersebut telah berlangsung sejak 2005, sedangkan kawasan perairan Teluk Kiluan dan sekitarnya kemudian ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan daerah.

Desa Kiluan Negeri juga ditetapkan sebagai desa wisata pada 2020 dan berhasil masuk 50 besar ADWI 2024.

Daya tarik yang paling populer adalah dolphin tour. Perairan Teluk Kiluan menjadi habitat sejumlah mamalia laut, termasuk lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang.

Aktivitas melihat lumba-lumba biasanya dilakukan menggunakan perahu dan menjadi pengalaman yang sangat bergantung pada kondisi laut serta kemunculan satwa di habitat alaminya.

Selain dolphin tour, terdapat sejumlah kegiatan lain seperti snorkeling, diving, trekking menuju Laguna Gayau, menjelajahi Pulau Kelapa, hingga menikmati kawasan pantai.

Jadesta juga mencatat keberagaman budaya masyarakat Kiluan Negeri yang terdiri atas beberapa kelompok etnis, termasuk Lampung, Bali, Bugis, dan Sunda.

Keberagaman tersebut membuat Kiluan Negeri tidak hanya menawarkan wisata alam. Atraksi budaya masyarakat Bali juga tercatat sebagai salah satu kegiatan yang dapat dikenali dalam pengalaman wisata di desa tersebut.

Wisata Desa yang Menghidupkan Potensi Lokal

Lima desa tersebut menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Lampung tidak hanya berada pada destinasi yang sudah populer.

Desa juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan komoditas, budaya, ekosistem, dan kehidupan masyarakat secara langsung.

Rigis Jaya mengangkat kopi sebagai identitas utama. Kelawi menggabungkan pantai dengan konservasi penyu.

Pahawang mengembangkan wisata bahari sekaligus kegiatan konservasi mangrove dan terumbu karang.

Harapan Jaya menawarkan lanskap pegunungan dan produk masyarakat, sedangkan Kiluan Negeri mengandalkan kekayaan laut serta keberagaman budaya.

Model pengembangan seperti ini sejalan dengan prinsip desa wisata yang menempatkan keberlanjutan lingkungan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan pelestarian sosial budaya sebagai unsur penting.

Pedoman desa wisata Kementerian Pariwisata juga menekankan bahwa pengembangan wisata bahari perlu memperhatikan keberlanjutan ekosistem, peningkatan nilai ekonomi, serta pelestarian sosial budaya setempat.

Karena itu, pengalaman berkunjung ke desa wisata idealnya tidak hanya berorientasi pada banyaknya tempat yang dapat didatangi.

Menginap di akomodasi lokal, membeli produk masyarakat, mengikuti aktivitas yang dikelola warga, menjaga kebersihan, serta mematuhi aturan konservasi merupakan bentuk dukungan yang lebih bermakna terhadap destinasi.

Dengan karakter alam dan budaya yang beragam, Lampung memiliki modal kuat untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

Kelima destinasi tersebut membuktikan bahwa pengalaman perjalanan dapat hadir dari hal-hal sederhana: secangkir kopi dari kebun setempat, perjalanan menyusuri laut, pelepasan tukik, kesenian tradisional, hingga perjumpaan dengan satwa liar di habitatnya.

Pada akhirnya, desa wisata terbaik di Lampung adalah pilihan tepat untuk menikmati alam sekaligus mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat.

Reporter: Redaksi
Back to top