Peneliti Polinela Kembangkan Model Evaluasi Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Pringsewu

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 21:19:01 WIB
Peneliti Polinela mengamati proses distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis di SMK Pringsewu, Jumat (tanggal).

PRINGSEWU — Penelitian yang melibatkan tiga kelas sampel, yakni XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), XI Perhotelan, dan XI Farmasi ini berupaya memberikan kontribusi akademik bagi penguatan tata kelola program pangan di lingkungan pendidikan.

Ketua tim peneliti Polinela, Endah Yuni Puspitasari, mengatakan penelitian ini penting karena MBG merupakan program strategis untuk mendukung kualitas sumber daya manusia. "Melalui penelitian ini, kami ingin memberikan kontribusi akademik dalam bentuk model evaluasi yang dapat melihat aspek biaya, penerimaan menu, pemanfaatan makanan, dan keberlanjutan program secara lebih komprehensif," kata dia, Jumat.

Empat Aspek yang Dinilai dalam Model TCA Multi-Capital

Model yang dikembangkan mengintegrasikan empat aspek utama: economic capital, natural capital, human capital, dan social capital. Aspek ekonomi mengukur biaya langsung pelaksanaan program, sementara aspek lingkungan menilai efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan.

Adapun aspek sumber daya manusia mengukur manfaat makanan bagi peserta didik, dan aspek sosial mengevaluasi tingkat penerimaan, preferensi, serta perilaku konsumsi siswa. Pendekatan ini dinilai lebih holistik dibanding sekadar menilai distribusi makanan.

Metode Pengumpulan Data: Observasi dan Kuesioner Siswa

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti melakukan observasi proses distribusi makanan, pencatatan jumlah porsi, dan pengukuran contoh porsi makanan. Tim juga membagikan kuesioner kepada siswa untuk mengetahui penilaian terhadap menu yang disajikan, kesesuaian porsi, kebiasaan mengonsumsi makanan, serta masukan terhadap pelaksanaan program.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara terbatas dan terkoordinasi dengan tetap memperhatikan kenyamanan siswa serta tidak mengganggu proses belajar mengajar. Data dari kuesioner menjadi bagian penting dalam penyusunan model evaluasi, khususnya untuk mengukur aspek human capital dan social capital.

Instrumen Evaluasi untuk Sekolah dan Penyedia Makanan

Hasil penelitian ini diharapkan menghasilkan instrumen evaluasi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, penyedia makanan, satuan layanan pemenuhan gizi, serta para pemangku kepentingan. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program MBG ke depan.

Melalui kajian berbasis data ini, Polinela menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung penguatan tata kelola program pangan di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top