METRO — Puluhan anak yatim di Kelurahan Ganjar Asri, Kota Metro, Lampung, menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN yang berkolaborasi dengan DT Peduli. Program bertajuk "Muharram Berbagi Harapan" ini menyasar 50 anak dengan paket berisi tas dan perlengkapan sekolah.
Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan momentum Muharram yang juga beriringan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Momen tersebut dinilai tepat untuk menghadirkan kepedulian nyata bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Ketua YBM PLN, Manggung Wuri Wibowo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari insan PLN. Ia menegaskan penyaluran dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.
"Berkolaborasi dengan DT Peduli, YBM PLN terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan," kata Wuri Wibowo dalam keterangan yang dikonfirmasi di Bandarlampung, Kamis.
Menurutnya, bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, melainkan juga bentuk dukungan moral agar anak-anak tetap bersemangat menggapai cita-cita. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
Lurah Ganjar Asri, Ruben Nugroho, mengapresiasi langkah YBM PLN dan DT Peduli yang konsisten menghadirkan program sosial bagi warganya. Ia menilai bantuan perlengkapan sekolah memiliki dampak ganda bagi anak-anak penerima.
"Bantuan perlengkapan sekolah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berprestasi," ujar Ruben.
Kolaborasi antara BUMN dan lembaga filantropi ini diharapkan menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu di daerah. Ke depan, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berpartisipasi dalam program serupa, sehingga dampak positifnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Lampung.