Koops TNI Habema Baku Tembak dengan OPM saat Evakuasi Tiga Jenazah Warga Sipil di Yahukimo

Penulis: Nasrul Effendi  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 22:37:31 WIB
Personel Koops TNI Habema terlibat kontak tembak dengan OPM saat mengevakuasi tiga jenazah warga sipil di Jalan Trans Papua, Yahukimo.

LAMPUNG — Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan personelnya mendeteksi keberadaan OPM saat bergerak menuju lokasi jenazah di Jalan Trans Papua. Kontak tembak pun tak terhindarkan. "Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan OPM sempat terdeteksi dan terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar area kejadian," kata Yudha dalam keterangan yang dilansir ANTARA, Jumat (24/7).

Meski baku tembak terjadi, Yudha menegaskan timnya tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota. Proses evakuasi dilanjutkan setelah situasi terkendali.

Dua Jenazah Ditemukan, Satu Masih Dicari

Saat tiba di lokasi, personel hanya menemukan dua dari tiga jenazah korban. Posisi jenazah sudah bergeser tidak jauh dari tempat pembunuhan. "Dua jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai guna menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Yudha.

Satu jenazah lainnya, seorang perempuan dari Suku Unaukam, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Yudha memastikan pengamanan wilayah akan diperketat demi melindungi warga sipil di sekitar lokasi. "Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas," katanya.

Pengejaran terhadap Kelompok Kopitua Heluka

Koops TNI Habema saat ini tengah memburu anggota OPM yang membunuh tiga warga sipil pada Senin (21/7). Korban terdiri dari sepasang suami istri dan seorang perempuan dari Suku Unaukam. Kepala Penerangan Koops Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk penyelidikan dan penegakan hukum.

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku," kata Wirya.

Dugaan sementara, aksi penganiayaan itu dilakukan kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka, yang menjabat Danops Kodap Yahukimo. Informasi mengenai penembakan ini, menurut Wirya, sempat dipublikasikan oleh OPM melalui Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB. "Dalam informasi itu mereka mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia," ungkap Wirya.

Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap aksi penganiayaan belum bisa diungkap. Koops Habema masih fokus mencari informasi tentang keberadaan para pelaku.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top