BANDAR LAMPUNG — Aktivitas showroom kendaraan di Lampung sepanjang Januari hingga Juni 2026 tak hanya menjadi tempat transaksi jual beli. Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung menunjukkan, penerimaan dari sektor otomotif ikut terdongkrak signifikan dan menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penjualan mobil baru tercatat sebanyak 7.939 unit, melonjak dari 5.558 unit pada semester pertama 2025. Lonjakan ini langsung berdampak pada dua pos penerimaan utama. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk roda empat meningkat 34 persen, dari Rp 12,84 miliar menjadi Rp 17,17 miliar. Sementara itu, BBNKB naik 33 persen dari Rp 91,69 miliar menjadi Rp 122,22 miliar.
Tak hanya mobil, sektor roda dua juga menunjukkan tren positif. Penjualan sepeda motor baru mencapai 74.170 unit, tumbuh 19 persen dibandingkan 62.239 unit pada semester I 2025. Penerimaan PKB roda dua naik 20 persen menjadi Rp 11,12 miliar, dan BBNKB-nya meningkat 19 persen menjadi Rp 101,26 miliar.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kenaikan ini bukan sekadar angka transaksi. Menurutnya, geliat sektor otomotif mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang mulai menguat setelah periode perlambatan.
“Peningkatan penjualan kendaraan baru menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak. Ini menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat membaik dan berdampak langsung terhadap meningkatnya penerimaan daerah,” ujar Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangan resmi, kemarin.
Ia menambahkan, pendapatan tambahan tersebut akan dikembalikan ke masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. “Pendapatan ini akan kami kembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih baik,” tegasnya.
Kenaikan penerimaan PKB dan BBNKB menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal. Semakin besar penerimaan pajak daerah, semakin luas ruang fiskal yang dimiliki Pemprov Lampung untuk membiayai program tanpa harus bergantung penuh pada transfer pusat.
Pemerintah provinsi pun terus berupaya menjaga iklim investasi dan memperbaiki sistem pembayaran pajak agar kepatuhan masyarakat meningkat. Dari setiap kendaraan yang keluar dari showroom, kata gubernur, roda pembangunan daerah ikut berputar lebih cepat.