KALIANDA — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP di Lampung Selatan tahun ini mengandalkan sistem digital yang terintegrasi. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Syaifulloh, mengatakan model ini dirancang untuk menutup celah maladministrasi yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru," kata Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan data pusat kendali SPMB per 25 Juni 2026, sebanyak 475 SD di Lampung Selatan telah mengakomodasi pendaftaran melalui tiga jalur. Jalur Domisili mendapat porsi terbesar, yakni 80 persen, disusul Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.
Untuk jenjang SMP, proses pendaftaran masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Komposisi kuota yang ditetapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.
Menurut Syaifulloh, sistem berbasis digital yang diterapkan tahun ini mampu memangkas birokrasi yang selama ini menjadi keluhan warga. Pengaturan kuota dilakukan secara proporsional agar tidak ada sekolah yang kelebihan siswa sementara sekolah lain kekurangan murid.
"Dengan demikian, tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid," ujarnya.
Dinas Pendidikan Lampung Selatan mengimbau orang tua untuk tidak mudah percaya pada oknum yang menawarkan jasa titipan atau menjanjikan kelulusan. Proses seleksi berjalan secara real-time dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem daring.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil dalam mengakses pendidikan di Lampung Selatan. Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan indikasi percaloan di lingkungan sekolah.