SMKN 1 Tulang Bawang Tengah Akreditasi A tapi Plafon Bolong dan Atap Genteng Hilang, LSM KAMPUD Sorot Anggaran Ratusan Juta

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 11:48:31 WIB
Plafon bolong dan genteng hilang terlihat di beberapa ruang kelas SMKN 1 Tulang Bawang Tengah.

Pantauan di lingkungan SMKN 1 TBT menunjukkan sejumlah kerusakan yang tidak bisa diabaikan. Di beberapa ruang kelas, lembaran plafon atau papon terlihat bolong dan bahkan menganga hingga memperlihatkan rangka atap yang sudah termakan usia. Kondisi lebih parah terlihat pada bagian atap bangunan, di mana sejumlah genteng hilang dan beberapa lainnya bergeser serta menggantung, berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik saat hujan deras atau angin kencang.

Selain itu, cat tembok di sejumlah ruang kelas tampak kusam, mengelupas, dan dipenuhi coretan vandalisme. Pemandangan ini kontras dengan status Akreditasi A yang disandang sekolah yang berlokasi di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah tersebut.

LSM KAMPUD: Jangan Sampai Anggaran Habis di Atas Kertas

Ketua DPD KAMPUD Tubaba, Suhendri, menyoroti ketidaksesuaian antara kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan dengan informasi adanya alokasi anggaran pemeliharaan dan pengelolaan fasilitas sekolah yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Menurutnya, jika anggaran tersebut direalisasikan sesuai peruntukan, bangunan sekolah seharusnya terawat dengan baik.

"Jangan sampai anggaran hanya habis di atas kertas, sementara kondisi gedung sekolah terlihat memprihatinkan. Ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait," kata Suhendri, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan merupakan komponen penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Kerusakan seperti plafon dan atap yang tidak utuh dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan siswa selama mengikuti kegiatan belajar.

Desakan Transparansi dan Audit Anggaran Pemeliharaan

DPD KAMPUD Tubaba meminta pihak sekolah untuk membuka informasi penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana secara transparan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari spekulasi maupun dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan pendidikan.

Organisasi tersebut juga mendesak aparat pengawas internal pemerintah serta instansi berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran perawatan fasilitas sekolah. "Jika memang ada dugaan penyimpangan, harus diusut secara terbuka dan tuntas," ujar Suhendri.

Hingga berita ini ditulis, pihak SMKN 1 Tulang Bawang Tengah belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi awak media melalui nomor WhatsApp Kepala Sekolah Titis Sungkowo tidak membuahkan hasil karena nomor tersebut dalam keadaan tidak aktif.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: beritanatural.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top