BANDAR LAMPUNG — Anggapan bahwa Lapas hanya tempat mengurung orang bersalah mulai luntur di Bandar Lampung. Lapas Kelas I setempat kini menjelma menjadi pusat pembinaan kepribadian yang menyasar aspek spiritual, kesenian, hingga kedisiplinan.
Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyebut bahwa pendekatan ini merupakan fungsi pemasyarakatan yang sesungguhnya. "Lapas bukan lagi sekadar tempat pemidanaan atau tempat mengurung orang yang bersalah," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
Bakat musik para warga binaan difasilitasi melalui grup Band Lapas. Mereka tidak sekadar mengisi waktu luang, tetapi dilatih secara disiplin hingga mampu membawakan berbagai genre musik dengan harmonis.
Selain musik modern, ada pula kelompok Paduan Suara yang kerap menghiasi acara resmi di dalam lapas. Kegiatan ini menjadi sarana memupuk rasa kebersamaan dan kerja sama tim di antara warga binaan.
Pembinaan kepribadian diperkuat lewat gerakan Pramuka. Melalui kegiatan baris-berbaris dan simulasi ketangkasan, para warga binaan ditempa memiliki jiwa nasionalisme, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab.
Kesehatan fisik juga jadi prioritas. Setiap pekan, lapas menggelar Senam Jasmani WBP di bawah sinar matahari pagi. Gerakan instruktif yang enerjik ini terbukti efektif menjaga imunitas dan membakar semangat positif para warga binaan.
Pembinaan mental spiritual menjadi pilar utama di Lapas Kelas I Bandar Lampung. Berpegang pada prinsip toleransi dan hak asasi, kegiatan kerohanian diakomodasi secara adil untuk seluruh pemeluk agama.
Ike Rahmawati memastikan bahwa hak-hak spiritual dan pengembangan diri warga binaan tetap terpenuhi selama di dalam lapas. "Ketika mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga membawa karakter baru yang lebih baik, iman yang lebih kuat, serta keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Melalui pendekatan komprehensif ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung membuktikan bahwa di balik jeruji besi, harapan baru dan masa depan yang lebih cerah masih bisa dirajut kembali.