Gubernur Lampung Dorong Pelaku Usaha Investasi Hilirisasi Pertanian, Nilai Tambah Komoditas Lokal Meningkat

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 20:53:31 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong investasi hilirisasi pertanian untuk tambah nilai komoditas lokal.

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong para pengusaha memanfaatkan peluang investasi di sektor hilirisasi produk pertanian. Menurutnya, langkah ini strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.

"Mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang investasi di sektor hilirisasi, guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Lampung," kata Gubernur dalam keterangannya di Bandarlampung, Kamis.

Struktur Ekonomi Lampung Masih Bergantung pada Pertanian

Data terbaru menunjukkan struktur perekonomian Lampung masih ditopang oleh tiga sektor utama. Sektor pertanian mendominasi dengan kontribusi 26,9 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 19,11 persen, dan perdagangan sebesar 13,36 persen.

Gubernur menegaskan bahwa kondisi ini membuka peluang besar bagi investasi di sektor hilirisasi. Dengan membaiknya harga komoditas pertanian, daya beli masyarakat di pedesaan ikut meningkat. Hal ini tercermin dari kenaikan pembelian kendaraan bermotor hingga 21 persen dan meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Kapasitas Industri Pengolahan Jadi Tantangan Utama

Meski pertumbuhan ekonomi positif, Gubernur mengakui ada tantangan besar yang dihadapi Lampung saat ini. Kapasitas industri pengolahan yang mampu menyerap hasil produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan masih terbatas.

"Hal tersebut dapat diubah menjadi potensi bisnis oleh para pengusaha dalam berinvestasi di bidang hilirisasi," ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Realisasi Investasi 2025 Tumbuh 57,25 Persen

Realisasi investasi di Provinsi Lampung pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan signifikan dengan pertumbuhan mencapai 57,25 persen. Sebagian besar investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Gubernur mengapresiasi para pengusaha yang telah berinvestasi dan memenuhi kepatuhan membayar pajak. Menurutnya, pelaku usaha merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat

Gubernur menekankan bahwa Provinsi Lampung hanya akan maju jika semua pemangku kepentingan bersatu dan bekerja dengan arah yang sama. Budaya kepatuhan pajak harus lahir dari kesadaran, bukan semata-mata karena kewajiban.

"Diharapkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha semakin kuat dalam mendorong kepatuhan perpajakan, memperkuat kemandirian fiskal, serta mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung," pungkas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top