BANDAR LAMPUNG — Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Kamis (4/6/2026), menempatkan Lampung sebagai provinsi paling stabil harganya secara nasional. Capaian ini bahkan lebih rendah dari target inflasi pemerintah pusat yang berada di rentang 1,5 hingga 3,5 persen.
Tak hanya di tingkat provinsi, dua daerah di Lampung juga masuk dalam jajaran dengan inflasi terendah di Indonesia. Lampung Timur mencatat inflasi tahunan 1,88 persen, sementara Bandar Lampung berhasil menekan inflasinya hingga 1,79 persen. Angka tersebut menempatkan ibu kota provinsi itu dalam 10 besar kota dengan inflasi paling terkendali secara nasional.
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemprov Lampung bersama instansi terkait fokus pada pemantauan pasokan dan harga kebutuhan pokok, serta menjaga kelancaran distribusi barang ke seluruh wilayah. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai berjalan efektif.
“Dinamika inflasi nasional pada Mei 2026 masih dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri Bachril Bakri. Namun, ia menambahkan, sejumlah daerah seperti Lampung mampu mengendalikan tekanan harga secara efektif.
Berdasarkan unggahan di media sosial Inspektorat Lampung, data hasil paparan menunjukkan posisi Lampung sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah di Indonesia pada Mei 2026. Stabilitas harga yang terjaga dinilai memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Seluruh wilayah penghitungan inflasi di Lampung berhasil menjaga laju inflasi tetap dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berlangsung di tingkat provinsi, tetapi juga didukung komitmen pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok.