BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memantau dinamika Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai langkah awal mengantisipasi volatilitas harga komoditas pokok. Langkah ini diperkuat melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (29/6/2026).
Ancaman Kemarau Ekstrem dan Risiko Kekeringan
Kepala BMKG memprediksi puncak kemarau ekstrem akibat El Nino akan terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Pada rentang waktu tersebut, curah hujan diprediksi berada di bawah kondisi normal, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Fenomena pemanasan suhu muka laut ini memicu musim kemarau yang lebih kering dan panjang. Pemerintah pusat meminta daerah untuk waspada dan memastikan kebutuhan air serta pangan masyarakat tetap terpenuhi, serta aktivitas sosial ekonomi tetap berjalan.
Strategi Pemprov: Koordinasi Lintas Sektor dan Pemetaan Sumber Air
Pemprov Lampung diminta memperkuat koordinasi lintas sektor melalui penyusunan rencana aksi daerah. Langkah konkret yang disiapkan meliputi optimalisasi pengelolaan sumber daya air, penyesuaian pola tanam, serta pemanfaatan informasi iklim dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Kepala Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, memaparkan bahwa kepala daerah harus segera memetakan sumber air baku yang bisa dimanfaatkan saat terjadi kekeringan. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai penghematan penggunaan air, pencegahan kebakaran lahan, dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem juga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi.
Dampak El Nino terhadap Inflasi dan Ketahanan Pangan
Fenomena El Nino berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, Pemprov Lampung terus bersinergi dengan Pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi dampaknya.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, mengikuti rakor dari Command Center Diskominfotik Lampung. Pemerintah berharap dengan kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini, risiko terhadap sektor pertanian, lingkungan, kesehatan, dan perekonomian dapat ditekan melalui berbagai langkah strategis, agar masyarakat tetap terlindungi dari dampak perubahan iklim.