LAMPUNG — Brunei Darussalam jadi alternatif liburan tenang di Asia Tenggara dengan nuansa Melayu-Islam yang kental. Buat Muslim traveler, negara kecil di Kalimantan ini punya masjid megah, istana kerajaan, sampai monumen sejarah industri minyak yang layak masuk itinerary.
Brunei menawarkan pengalaman liburan yang jarang ditemukan di negara tetangga: suasana tenang, bangunan bersejarah, dan alam tropis yang masih asri. Perpaduan budaya Melayu dan Islam terasa kuat di hampir setiap sudut kotanya. Buat kamu yang sedang menyusun rencana perjalanan, tujuh tempat berikut bisa jadi titik awal.
Masjid ini termasuk yang terbesar dan termegah di Brunei. Arsitekturnya memadukan pengaruh Italia dan India, dengan 29 kubah berlapis emas yang jadi ciri utamanya. Dibangun pada 1988 dan rampung 1994, masjid ini dikelilingi taman tertata rapi. Malam hari, pencahayaannya bikin bangunan terlihat dramatis. Muslim traveler bisa sekaligus beribadah di sini.
Landmark paling ikonik Brunei ini berdiri di atas laguna buatan di tepi Sungai Brunei, Bandar Seri Begawan. Kubah utamanya dilapisi emas dan terlihat cantik dari kejauhan. Interiornya mewah: marmer Italia, kaca patri, lampu kristal, karpet, dan mosaik. Menjelang sore, suasana sekitar masjid lebih tenang dan cocok untuk berfoto.
Kediaman resmi Sultan Brunei ini berada beberapa kilometer di selatan Bandar Seri Begawan, dikelilingi pepohonan hijau di kawasan perbukitan. Arsiteknya Leandro V. Locsin dari Filipina, yang memadukan elemen Islam dan Melayu klasik. Pengunjung tidak bisa masuk bebas, tapi saat periode Hari Raya istana kadang dibuka untuk umum.
Monumen di Seria ini dibangun pada 1991 untuk memperingati produksi satu miliar barel minyak dari ladang Seria. Lokasinya tak jauh dari sumur minyak pertama di Seria Oil Field. Tempat ini memperlihatkan sisi Brunei yang berbeda, yakni peran industri migas dalam perkembangan ekonominya.
Berada di Kota Batu, tak jauh dari Bandar Seri Begawan, museum ini menyimpan koleksi sejarah dan budaya Brunei serta Borneo. Ada benda tradisional, senjata, dan artefak bersejarah. Koleksi dari kapal karam di perairan sekitar Brunei juga dipamerkan di sini. Cocok buat kamu yang ingin memahami jejak perdagangan dan budaya negara ini.
Kampung air legendaris di atas Sungai Brunei ini jadi salah satu permukiman tradisional paling terkenal di Asia Tenggara. Rumah-rumah kayu berdiri di atas panggung dengan jembatan penghubung antarunit. Kamu bisa menyusuri kawasan ini dengan perahu atau berjalan di jembatannya. Suasananya memberi gambaran langsung kehidupan warga lokal yang sudah berlangsung berabad-abad.
Buat yang ingin melepas penat dari bangunan kota, Taman Nasional Ulu Temburong menawarkan hutan hujan yang masih alami. Aksesnya biasanya lewat perahu dari Bandar Seri Begawan. Di sini ada canopy walk dan jalur trekking ringan menyusuri hutan. Udara sejuk dan suara alam jadi nilai jual utama kawasan ini.
Dari masjid megah sampai hutan tropis, Brunei punya kombinasi wisata religi, sejarah, dan alam yang pas untuk liburan singkat. Susun itinerary dengan jarak antar-lokasi yang wajar supaya waktu tidak habis di perjalanan.