BANDAR LAMPUNG — Pemkot Bandar Lampung tidak hanya mengandalkan bantuan air bersih yang bersifat sementara. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan, pembangunan fisik sumur bor menjadi prioritas agar masyarakat memiliki akses air yang permanen saat musim kemarau tiba.
"Kita akan buat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di lima kecamatan yang terdampak," kata Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva.
Pemkot Bandar Lampung saat ini tengah melakukan kajian mendalam bersama dinas terkait untuk menentukan titik pembangunan yang paling strategis. Setiap wilayah terdampak direncanakan memiliki dua hingga tiga titik sumur bor, dengan prioritas utama pada kawasan permukiman padat penduduk.
Penentuan titik teknis akan ditindaklanjuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung dalam waktu dekat.
Selain pemenuhan kebutuhan jangka pendek, Pemkot Bandar Lampung menyiapkan rencana pengadaan hingga 50 titik sumur bor baru pada tahun mendatang. Langkah masif ini diharapkan memperkuat jaringan air bersih kota dan mengantisipasi terulangnya krisis saat siklus musim kemarau di masa mendatang.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengingatkan bahwa kombinasi cuaca panas, kelembapan rendah, dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api pada semak belukar dan sampah kering.
"Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, pastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Laporan bisa disampaikan ke BPBD melalui nomor 0821 8099 2105," tegas Idham.