BANDARLAMPUNG — Alokasi bantuan bibit cabai untuk Provinsi Lampung tahun ini mencapai Rp 925,4 juta, mencakup lahan pengembangan seluas 83 hektare yang tersebar di 12 kabupaten. Pelaksana Tugas Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan menyatakan program ini bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas hortikultura di daerah.
Bantuan bibit dialokasikan dengan luasan bervariasi di setiap kabupaten. Berdasarkan data BRMP Lampung, sebaran terluas berada di Lampung Barat, Lampung Utara, Waykanan, Pesawaran, dan Tanggamus yang masing-masing mendapat jatah 10 hektare.
Untuk memastikan kesiapan kawasan, tim melakukan verifikasi dan validasi di sejumlah lokasi, salah satunya di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Langkah ini dinilai penting agar pemanfaatan komoditas hortikultura bisa berdaya saing dan berkelanjutan.
"Pada tahun 2026 ini, pemerintah memberikan bantuan untuk komoditas hortikultura di Lampung dalam rangka meningkatkan produksi serta produktivitas hortikultura di Provinsi Lampung," ujar Endro Gunawan di Bandarlampung, Rabu.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama pihak terkait juga menjalankan sejumlah strategi untuk mempercepat swasembada cabai. Fokus utamanya menjaga ketersediaan pasokan, meningkatkan produksi, dan mendukung pengendalian inflasi wilayah.
Dua pendekatan utama yang dilakukan adalah Gerakan Tanam Cabai serta pembuatan demonstrasi plot (demplot) di beberapa daerah. Langkah ini diharapkan mampu menekan fluktuasi harga cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi di Lampung.