Pencarian

Harga Emas Spot Turun 0,13% ke USD4.165,42, Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

Senin, 19 Oktober 2026 • 08:23:01 WIB
Harga Emas Spot Turun 0,13% ke USD4.165,42, Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
Harga emas spot ditutup melemah 0,13% ke USD4.165,42 per troy ons pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

LAMPUNG — Harga emas spot ditutup melemah 0,13% ke USD4.165,42 per troy ons pada perdagangan Jumat (16/10/2026), melanjutkan koreksi 0,70% sepanjang pekan lalu. Data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek menyebut harga emas masih bergerak dalam rentang terbatas, dengan kecenderungan mendekati batas bawah area support. Ketidakpastian arah kebijakan The Fed menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan logam mulia tersebut, seperti dikutip Reuters.

Posisi emas di USD4.165,42 per troy ons mencerminkan tekanan jual yang belum surut sejak awal pekan. Koreksi 0,70% sepanjang pekan lalu menandai pekan kedua berturut-turut emas gagal menembus level resistensi baru.

Data Inflasi AS Jadi Pemicu Utama Tekanan

Inflasi Amerika Serikat yang datang lebih tinggi dari konsensus pasar mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah suku bunga. Kenaikan suku bunga acuan akan memperbesar opportunity cost memegang emas, karena aset ini tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau deposito.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung memindahkan dana ke instrumen berpendapatan tetap yang menawarkan yield lebih menarik. Tekanan ini yang membuat emas sulit mempertahankan level psikologisnya dalam beberapa sesi terakhir.

Melek tidak memproyeksikan level support spesifik yang harus dijaga emas. Ia hanya menyebut pergerakan harga saat ini masih berada dalam rentang terbatas dengan bias melemah menuju batas bawah area support.

Rentang Terbatas, Pasar Menunggu Sinyal The Fed

Pergerakan emas dalam rentang sempit menunjukkan pasar belum menemukan katalis baru yang cukup kuat untuk mendorong harga ke salah satu arah secara tegas. Pelaku pasar disebut masih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter The Fed pada pertemuan berikutnya.

Ketidakpastian ini membuat volume perdagangan emas cenderung tipis. Investor memilih menahan posisi daripada menambah eksposur di tengah sinyal kebijakan yang belum bulat.

Bagi investor emas domestik, pelemahan harga spot biasanya akan tercermin pada harga buyback dan harga jual Logam Mulia dalam beberapa hari ke depan. Namun pergerakan tersebut juga bergantung pada kurs rupiah terhadap dolar AS, karena harga emas Antam dan sejenisnya dihitung dari harga spot dikali kurs.

Faktor yang Bisa Membalik Arah Emas

Beberapa sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar pekan ini antara lain rilis data ekonomi AS lanjutan, pernyataan pejabat The Fed, serta perkembangan geopolitik global yang biasanya memicu permintaan safe haven.

Jika data ekonomi AS justru melemah, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa mengendur dan emas berpeluang rebound. Sebaliknya, data yang makin solid akan memperkuat tekanan jual terhadap logam mulia.

Permintaan emas dari bank sentral dan konsumen fisik di pasar Asia, termasuk Indonesia, juga menjadi penopang harga di tengah tekanan spekulatif. Pembelian fisik yang konsisten kerap menahan penurunan harga spot lebih dalam.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks