Pencarian

Airlangga dan DPM Rusia Bahas Perdagangan, Soroti Ratifikasi I-EAEU FTA

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 10:52:01 WIB
Airlangga dan DPM Rusia Bahas Perdagangan, Soroti Ratifikasi I-EAEU FTA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10/2026).

LAMPUNG — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10/2026), untuk membahas perluasan kemitraan usaha dan industri. Pertemuan itu menandai tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026. Kedua pihak menyoroti penyelesaian ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) sebelum akhir tahun.

Perdagangan Indonesia-Rusia tercatat mencapai USD4,84 miliar pada 2025, naik sekitar 21,6% dibandingkan 2024 yang sebesar USD3,98 miliar. Kenaikan itu ditopang komoditas minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pembahasan pertemuan bilateral di Bogor.

Pertemuan Airlangga dan Manturov juga merujuk pada hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia di Kazan, Rusia, Mei 2026. Agenda pertemuan mencakup peningkatan kapasitas industri nasional, perluasan peluang investasi, serta penjajakan kerja sama teknologi.

Sektor Perkapalan dan Kedirgantaraan Masuk Agenda

Kedua pihak membahas penguatan kerja sama di sektor strategis, khususnya industri perkapalan dan penerbangan. Pembahasan itu diarahkan pada peluang kolaborasi industri antara perusahaan kedua negara.

Airlangga menyebut kehadiran delegasi bisnis Rusia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai momentum memperkuat hubungan antarpelaku usaha. Pertemuan business-to-business selama TEI diharapkan mendorong diversifikasi perdagangan.

"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Ratifikasi I-EAEU FTA Dikejar Sebelum Akhir 2026

Pembahasan berlanjut ke perkembangan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Perjanjian ini diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur.

Proses ratifikasi perjanjian tersebut disebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur selesai sebelum akhir 2026 agar perjanjian dapat berlaku efektif (Entry into Force/EIF).

Dari sisi Rusia, Manturov menekankan pentingnya penguatan hubungan antarpelaku usaha sebagai faktor utama perluasan kerja sama perdagangan dan ekonomi. Delegasi bisnis Rusia hadir di TEI 2026 sebagai tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra pada pameran INNOPROM di Yekaterinburg, Juli lalu.

"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," ujar Manturov.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Indonesia

Bagi eksportir, jalur I-EAEU FTA menjanjikan penurunan hambatan tarif ke pasar negara anggota Uni Ekonomi Eurasia. Komoditas sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur menjadi kelompok yang paling diuntungkan bila perjanjian berlaku efektif.

Kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama di sektor pertanian, teknologi, industri, serta pengembangan rantai pasok. Airlangga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Ferry Irawan.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks