BANDAR LAMPUNG — Dialog yang digelar di Viper Resto, Bandar Lampung, Sabtu (3/10/2026), mempertemukan perempuan muda dari berbagai partai politik dengan pengurus DPD KPPI Lampung. Kegiatan berlangsung interaktif dengan moderator Sekretaris DPD KPPI Provinsi Lampung, Aderly Imelia Sari, yang juga Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi Partai Gerindra.
Ruby Chairani menilai besarnya jumlah pemilih muda membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk terjun dan berkiprah dalam kontestasi politik. Menurut dia, peluang itu harus diikuti kesiapan membuktikan kemampuan dan kelayakan di dunia politik.
"Saya muda dan saya perempuan. Meski saya memiliki privilese dari keluarga yang cukup mampu membawa saya di posisi sekarang, saya banyak belajar hal yang tidak mudah. Untuk bertahan dan bisa didengar, butuh perjuangan. Faktanya, tidak ada dari keluarga saya yang berpolitik. Semua harus saya pelajari sendiri," kata Ruby.
Dorong Literasi Digital di Ruang Politik Anak Muda
Ruby juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi generasi muda, khususnya dalam menghadapi perkembangan ruang digital. Sebagian besar aktivitas politik generasi muda kini berlangsung di ruang digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat.
Namun, tidak seluruh informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Hoaks, deepfake, dan ujaran kebencian dinilai dapat memengaruhi cara generasi muda memandang politik.
"Dengan anak-anak muda masuk ke politik, kita harus membuka ruang untuk memahami pentingnya literasi digital," katanya.
Ia menegaskan tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dijalani generasi muda. "Saya harus membuktikan saya mampu dan layak. Saya yakin kita semua bisa," ujarnya.
Perda Pengarusutamaan Gender Jadi Pijakan Perempuan di Lampung
Mewakili Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri mengatakan perempuan perlu didorong menjadi aktor dalam dunia politik agar dapat menyuarakan aspirasi perempuan.
"Di Provinsi Lampung, ada Perda Pengarusutamaan Gender yang mendorong perempuan agar punya kesempatan yang sama dengan laki-laki. Sehingga pembangunan ini bisa dirasakan semua pihak tanpa terkecuali," katanya.
Ketua Panitia Adrina Yustitia menyebut kegiatan tersebut menjadi wadah pendidikan politik bagi pemilih pemula, khususnya perempuan, agar memiliki pemahaman politik yang lebih komprehensif. Pemahaman politik diperlukan agar generasi muda tidak sekadar mengikuti polarisasi politik dan hanya menjadi objek dalam kegiatan politik.
Empat Fokus KPPI Lampung
Ketua DPD KPPI Lampung, Nenden Tresnanursari, mengatakan KPPI menjadi wadah bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan diri terjun ke dunia politik.
"Jadilah generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. Di sini kita bisa sama-sama belajar," ujarnya.
Nenden menjelaskan, KPPI berfokus pada empat hal utama. Pertama, pendidikan politik. Kedua, mendorong keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dan eksekutif sesuai amanat undang-undang sebesar 30 persen.
Ketiga, melakukan advokasi kebijakan publik yang ramah terhadap perempuan dan anak. Keempat, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Peserta dialog terdiri atas generasi muda perempuan lintas partai politik dan jajaran pengurus DPD KPPI Lampung. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi pemilih pemula perempuan agar tidak hanya menjadi objek dalam kegiatan politik.