Pencarian

WIKA Lega Utang Kereta Cepat Diambil Alih Kemenkeu, Rugi Rp 1,8 T Berkurang

Jumat, 02 Oktober 2026 • 08:21:30 WIB
WIKA Lega Utang Kereta Cepat Diambil Alih Kemenkeu, Rugi Rp 1,8 T Berkurang
Kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk di Jakarta.

LAMPUNG — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyambut baik rencana pengambilalihan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia oleh Kementerian Keuangan, karena kepemilikan saham di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung selama ini membebani laporan keuangan perseroan hingga Rp 1,7-1,8 triliun per tahun. Pengambilalihan ini diharapkan memulihkan kinerja keuangan WIKA yang terdampak konsolidasi ekuitas negatif dari proyek strategis nasional tersebut.

Paragraf pembuka: Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, mengungkapkan bahwa selama ini imbal hasil dari proyek kereta cepat masih negatif sehingga membuat ekuitas perseroan tertekan. WIKA bersama PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara I, dan PT Jasa Marga tengah merampungkan proses uji tuntas (due diligence) terkait rencana pengalihan saham PSBI ke pemerintah.

Siapa Saja Pemegang Saham PSBI

PSBI merupakan pemegang 60% saham KCIC dari pihak Indonesia, sementara 40% sisanya dimiliki konsorsium perusahaan China selaku pemodal utama proyek. Komposisi pemegang saham PSBI terdiri dari KAI 58,53%, WIKA 33,36%, PTPN I 1,03%, dan Jasa Marga 7,08%.

Dengan porsi kepemilikan sebesar itu, WIKA menanggung bagian kerugian proyek secara konsolidasi. Mulyadi menyebut kerugian yang dibukukan perseroan dari proyek ini mencapai Rp 1,7-1,8 triliun per tahun.

Mengapa Laporan Keuangan WIKA Tertekan

Mulyadi menjelaskan bahwa kepemilikan saham di proyek kereta cepat memberikan tekanan langsung terhadap laporan keuangan WIKA. Sebab, proyek tersebut belum menghasilkan imbal hasil positif bagi para pemegang sahamnya.

"Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah, ini memberikan dampak positif bagi WIKA. Jadi saat ini konsolidasi keuangan, WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke ekuitas negatif karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif," ujar Mulyadi dalam Public Expose WIKA yang dilakukan secara online, Kamis (1/10/2026).

"Karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham, maka secara konsolidasi WIKA membukukan bagian dari konsolidasi yang negatif, sehingga di profit and loss WIKA, kinerja keuangan WIKA itu berdampak negatif atas konsolidasi kereta cepat," ungkapnya.

Harapan WIKA Setelah Pengambilalihan

Mulyadi memandang pengambilalihan porsi saham PSBI oleh pemerintah melalui Kemenkeu sebagai angin segar yang dapat mendorong pemulihan keuangan WIKA. Menurutnya, langkah tersebut akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja perseroan.

"Sehingga apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah, maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA. Dan mudah-mudahan pengambilalihan kereta cepat ini bisa terjadi juga di tahun 2026, sehingga nanti akhir 2026 kinerja keuangan WIKA akan semakin bagus lagi," jelasnya.

Proses Due Diligence Masih Berjalan

Direktur Manajemen Risiko & Legal WIKA, Vera Kirana, menyatakan para pemegang saham PSBI saat ini sedang merampungkan proses uji tuntas. WIKA bersama KAI, PTPN, dan Jasa Marga disebut terus berkoordinasi dengan Danantara, BP BUMN, maupun Kementerian Keuangan.

"Jadi untuk kepemilikan saham di PSBI itu WIKA bersama KAI, demikian juga PT Perkebunan Nusantara dan Jasa Marga, itu saat ini sudah melakukan due diligence dan sebagaimana proses yang ada saat ini, kami sesama pemegang saham senantiasa berkoordinasi dengan Danantara, BP BUMN, maupun ke Kementerian Keuangan. Saat ini sudah berproses untuk due diligence-nya," tutur Vera.

Penutup: Pengambilalihan saham PSBI oleh Kemenkeu menjadi penentu arah kinerja WIKA ke depan. Jika rampung tahun ini, perseroan berpeluang melepas beban konsolidasi yang selama ini menggerus laba dan memperbaiki struktur ekuitasnya.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks