LAMPUNG — Sepuluh ponsel di rentang Rp1,9–2,8 juta kini menawarkan layar 120 Hz dan baterai besar, dengan realme P4X memimpin lewat kapasitas 8.000 mAh. Daftar ini mencakup POCO, realme, vivo, nubia, OPPO, hingga itel, masing-masing dengan kompromi berbeda di RAM, penyimpanan, dan chipset. Sebelum memilih, cek dulu varian mana yang benar-benar sesuai kebutuhan harianmu.
Daftar ini disusun dari ulasan video YouTube Produk Pedia yang membahas sepuluh pilihan ponsel di segmen harga 2 jutaan per September 2026. Rentang harganya cukup lebar, dari Rp1,9 juta sampai Rp2,8 juta, dan tiap perangkat punya prioritas berbeda: ada yang menonjol di baterai, ada yang mengandalkan layar, ada pula yang fokus di penyimpanan.
Menariknya, hampir semua model di daftar ini sudah membawa layar 120 Hz. Angka tersebut kini jadi standar baru di kelas entry-level, meski ada kompromi di sisi lain seperti kapasitas RAM atau resolusi kamera.
POCO C71 dan C81 Pro: Dua Pilihan Awal dari POCO
POCO C71 dibanderol sekitar Rp1,9 jutaan untuk varian RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB. Ponsel ini mengandalkan chipset Unisoc T250, layar 120 Hz, baterai 5.200 mAh, dan kamera belakang 32 MP AI dual camera.
Naik sedikit, ada POCO C81 Pro dengan baterai 6.000 mAh dan layar 6,9 inci berrefresh rate 120 Hz. Harganya sekitar Rp2 jutaan untuk RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB.
realme Note 80 dan vivo Y05e: Andalan Baterai dan Kebutuhan Harian
realme Note 80 menawarkan baterai 6.300 mAh, salah satu yang terbesar di daftar ini. Varian RAM 4 GB dengan penyimpanan 128 GB dibanderol sekitar Rp2,2 jutaan.
vivo Y05e berada di kisaran harga yang sama, sekitar Rp2,2 jutaan, tapi dengan penyimpanan 64 GB saja. Ponsel ini diarahkan untuk kebutuhan harian seperti media sosial, streaming video, dan komunikasi.
Nubia P80 Max: Tahan Jatuh 1,8 Meter dan Rating IP64
Nubia P80 Max mengambil pendekatan berbeda dengan menonjolkan ketahanan fisik. Perangkat ini disebut tahan jatuh dari ketinggian 1,8 meter dan punya rating IP64 terhadap debu serta cipratan air.
Spesifikasinya mencakup baterai 6.000 mAh, layar IPS LCD 6,9 inci 120 Hz, chipset Unisoc T7250, RAM 6 GB, dan penyimpanan 128 GB. Harganya sekitar Rp2,2 jutaan.
realme P4 Lite dan itel P80: Pilihan di Kisaran Rp2,3 Jutaan
realme P4 Lite membawa layar 120 Hz, baterai besar, dan sejumlah fitur AI. Varian RAM 4 GB dengan penyimpanan 64 GB dibanderol sekitar Rp2,3 jutaan.
itel P80 berada di harga yang sama, sekitar Rp2,3 jutaan, dengan RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB. Ponsel ini diposisikan untuk kebutuhan belajar online, komunikasi, dan streaming.
realme P4X: Baterai 8.000 mAh Jadi Daya Tarik Utama
realme P4X jadi salah satu perangkat paling menonjol di daftar ini berkat baterai 8.000 mAh. Kapasitas sebesar itu jarang ditemui di kelas 2 jutaan, bahkan di ponsel yang lebih mahal.
Selain baterai jumbo, ponsel ini membawa layar 120 Hz dan fitur AI gaming. Varian RAM 4 GB dengan penyimpanan 128 GB dibanderol sekitar Rp2,6 jutaan.
OPPO A6C dan itel Super 26 Ultra: Pilihan Paling Mahal di Daftar
OPPO A6C mengandalkan baterai 7.000 mAh dan layar 120 Hz. Dengan RAM 4 GB serta penyimpanan 64 GB, harganya sekitar Rp2,7 jutaan.
itel Super 26 Ultra menutup daftar dengan layar AMOLED melengkung, RAM 8 GB, dan penyimpanan 128 GB. Baterainya 6.000 mAh, dilengkapi Gorilla Glass dan rating IP65. Harga perangkat ini sekitar Rp2,8 jutaan, tertinggi di antara sepuluh model yang dibahas.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
- Sebagian besar model masih memakai RAM 4 GB, jadi multitasking berat berpotensi terasa lambat.
- Penyimpanan 64 GB di vivo Y05e, realme P4 Lite, dan OPPO A6C cepat penuh kalau sering menyimpan foto dan video.
- Chipset Unisoc di beberapa model lebih pas untuk pemakaian harian ketimbang gaming berat.
- Harga bisa berbeda antar toko dan varian, jadi bandingkan dulu sebelum membeli.
Dari sepuluh pilihan ini, realme P4X cocok buat yang paling mengutamakan daya tahan baterai, sementara Nubia P80 Max masuk pertimbangan kalau kamu sering beraktivitas di luar dan butuh ponsel yang lebih tahan banting. Untuk kebutuhan harian ringan dengan anggaran paling ketat, POCO C71 tetap jadi titik masuk yang masuk akal.