LAMPUNG — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas jalur investasi asing ke sektor riil melalui forum "A Taste of Harmony: From Global Partnership to Local Impact" di Wisma Habibie Ainun, Jakarta. Forum bersama Kementerian Luar Negeri itu mempertemukan direksi BRI, duta besar, perwakilan BKPM, serta kamar dagang asing dari 14 negara. Lewat pendekatan Foreign Direct Investment Services, BRI menawarkan pendampingan perbankan bagi investor sejak tahap penjajakan hingga pengembangan usaha.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyatakan perseroan siap menjadi mitra strategis bagi investor global dengan mengandalkan pemahaman pasar domestik, jaringan bisnis luas, dan kapabilitas layanan perbankan internasional. Forum yang digelar Jumat (16/10) itu juga dihadiri Direktur Treasury and International Banking Farida Thamrin dan Direktur Commercial Banking Alexander Dippo Paris Y.
Dari sisi diplomatik, hadir Duta Besar RI untuk Belgia, Uni Emirat Arab, dan Vietnam, plus perwakilan Kedutaan Besar RI di India, Jepang, dan China. Kamar dagang yang terlibat mencakup AmCham, EuroCham, dan BritCham. Perwakilan 14 negara tercatat hadir, antara lain Belanda, Australia, Irlandia, Thailand, Qatar, Jerman, Vietnam, dan Italia.
BRI mengoptimalkan layanan FDI Services untuk mendukung kebutuhan perbankan investor asing, mulai dari penjajakan awal sampai pengembangan kegiatan usaha. Pendekatan ini disesuaikan dengan kebutuhan, ketentuan, dan kelayakan masing-masing nasabah.
Layanan yang tercakup meliputi pendampingan identifikasi kebutuhan investor, pembukaan rekening operasional, hingga cash management untuk pengelolaan penerimaan, pembayaran, dan arus kas perusahaan. BRI juga menyediakan transaksi lintas negara, termasuk transfer dana internasional sesuai koridor dan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi treasury, perseroan mendukung kebutuhan transaksi valuta asing dan pengelolaan risiko keuangan sesuai produk yang tersedia. Adapun solusi pembiayaan dapat dijajaki untuk modal kerja maupun investasi, dengan mempertimbangkan profil risiko dan hasil analisis kelayakan kredit.
Riko menjelaskan masuknya modal internasional diharapkan menciptakan efek berganda melalui peningkatan investasi dan produktivitas, pengembangan kapasitas industri, serta penciptaan lapangan kerja. Perluasan kemitraan global juga membuka ruang bagi perusahaan nasional dan UMKM untuk masuk rantai pasok dan membawa produk Indonesia ke pasar internasional.
"Melalui semangat Satu Bank untuk Semua, BRI berupaya menghubungkan peluang investasi global dengan potensi ekonomi nasional melalui solusi pembiayaan, layanan transaksi, dan jaringan bisnis yang terintegrasi," kata Riko dalam keterangan resmi dikutip Rabu (21/10).
Ia menambahkan dukungan perbankan tidak berhenti pada kebutuhan korporasi, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara investor, perusahaan nasional, dan UMKM dalam rantai pasok industri.
BRI bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM meluncurkan investment guidebook sebagai referensi bagi investor dalam memahami peluang dan proses investasi di Indonesia. Dokumen ini melengkapi layanan perbankan yang sudah berjalan.
Bagi pelaku UMKM, forum ini membuka akses tidak langsung ke pembeli dan mitra dagang internasional yang selama ini sulit dijangkau. Bagi investor, kehadiran BRI sebagai penghubung lokal memangkas waktu penjajakan karena kebutuhan rekening, transaksi, dan pembiayaan bisa ditangani dalam satu pintu.
Bagi pemegang saham BBRI, inisiatif ini memperluas basis nasabah korporasi dan institusi asing yang berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi serta bisnis treasury dan internasional. Namun kontribusinya ke kinerja perseroan bergantung pada realisasi komitmen investasi yang masuk.