LAMPUNG SELATAN — Jihan Nurlela meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mendata seluruh personel dan peralatan yang siap dipakai di setiap kabupaten/kota. Pendataan itu diperlukan agar kapasitas penanganan karhutla terpetakan menyeluruh dan dukungan tidak menumpuk hanya di kawasan TNWK.
Dari pendataan tersebut, Jihan juga mengarahkan pemetaan kemampuan penanganan berdasarkan skala kebakaran, mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Kebutuhan personel, peralatan, dan dukungan operasional disesuaikan dengan tingkat kebakaran serta kondisi masing-masing wilayah.
Penanganan karhutla di TNWK saat ini didukung 350 personel gabungan, dengan 200 di antaranya personel tambahan dari unsur TNI. Peralatan juga diperkuat 15 unit nozzle bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menunjang kerja tim darat.
Penguatan jalur darat menjadi krusial karena pemadaman lewat udara masih terkendala kondisi vegetasi TNWK yang bertajuk pepohonan rapat. Kerapatan itu menghambat air mencapai permukaan lahan gambut secara optimal, sehingga pemadaman langsung oleh personel di lapangan tetap jadi bagian utama penanganan.
Tim gabungan terus bekerja melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran di kawasan TNWK. Upaya dilakukan terpadu dengan mempertimbangkan kondisi medan dan cuaca yang menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Operasi Modifikasi Cuaca di Lampung selama periode 11–18 Oktober 2026 mencatat sembilan sortie penerbangan dalam delapan hari kegiatan. Operasi memakai satu pesawat Cessna Caravan 208B EX yang berpangkalan di Bandara Radin Inten II.
Dalam pelaksanaannya, OMC menggunakan 3.000 kilogram natrium klorida (NaCl) dan 4.800 kilogram dry ice. Penyemaian NaCl pada 11–13 Oktober berhasil memicu hujan, tetapi pergerakan angin membuat hujan turun di Kota Metro dan Kecamatan Natar, bukan di kawasan TNWK yang menjadi sasaran utama.
Pemantauan titik api terus dilakukan di sejumlah wilayah Lampung. Hasil evaluasi menunjukkan titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi turun dari 11 titik menjadi nihil, meski titik api dengan tingkat kepercayaan sedang masih terpantau sehingga kewaspadaan di lapangan tetap diperlukan.
Jihan meminta informasi soal titik api dan polusi asap yang beredar di media sosial segera diverifikasi melalui pengecekan kondisi terkini di lapangan. Langkah itu penting agar informasi yang diterima masyarakat akurat dan kesalahpahaman akibat foto atau kabar lama yang kembali beredar bisa dicegah.
Pemprov Lampung mendorong penanganan karhutla melalui kesiapan personel dan peralatan, pemantauan titik api, serta koordinasi lintas instansi. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat pemadaman, mencegah kebakaran meluas, dan melindungi kawasan hutan serta masyarakat dari dampak karhutla.