BANDAR LAMPUNG — Prakiraan maritim BMKG menyebut angin di Perairan Barat Lampung umumnya bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan sekitar 7–10 knot. Hembusan angin dapat menguat tiba-tiba hingga 14–18 knot. Hujan ringan diprakirakan muncul mulai sore hingga malam.
Kondisi berbeda tercatat di Samudra Hindia barat Lampung. Angin dari tenggara berembus sekitar 9–11 knot dengan hembusan mencapai 17–19 knot. Gelombang di wilayah itu diprakirakan bertahan sekitar 2,3 meter sepanjang beberapa periode.
Perairan yang tidak terlindung membuat Samudra Hindia barat Lampung lebih rentan dibandingkan wilayah lain. Kapal kecil berisiko menghadapi gelombang tinggi dan hembusan angin mendadak. BMKG mengategorikan gelombang 1,25–2,5 meter sebagai sedang.
Kategori sedang tetap menuntut kewaspadaan, terutama bagi nelayan tradisional. Pengguna kapal kecil diminta memeriksa prakiraan terbaru sebelum melaut.
Selat Sunda bagian utara tercatat lebih kondusif dengan gelombang hanya sekitar 0,4–0,8 meter. Angin di wilayah itu umumnya lemah, sekitar 1–6 knot, meski terdapat hembusan sesaat hingga belasan knot.
Kondisi berbalik di Selat Sunda Selatan Lampung. Gelombang di sana mencapai 2,1–2,2 meter. Cuaca diprakirakan berubah dari udara kabur menjadi hujan ringan pada malam hari.
Hembusan angin yang menguat tiba-tiba menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Nelayan dan pengguna kapal kecil disarankan memantau pembaruan prakiraan BMKG sebelum berangkat. Aktivitas wisata bahari di wilayah barat Lampung juga diminta memperhatikan kondisi laut.
Teluk Lampung dan Selat Sunda bagian utara menjadi pilihan perairan yang relatif lebih aman pada periode ini. Sementara itu, Perairan Barat Lampung dan Samudra Hindia barat Lampung tetap memerlukan kewaspadaan ekstra.