LAMPUNG SELATAN — Kehadiran ulama nasional KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq membuat Pengajian Akbar di Pondok Pesantren MUS Roudlotussolihin, Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, berlangsung meriah. Ribuan jemaah memadati halaman pesantren untuk mengikuti majelis yang digelar Selasa malam (22/9/2026) tersebut.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, dan sejumlah pejabat lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Rangkaian acara mencakup Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani, Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Tasyakur Lil Ikhtitam Tafsir Munir dan Ihya' Ulumuddin.
Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi bersama masyarakat dan para ulama. Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran Gus Muwafiq di Kabupaten Lampung Selatan.
"Selamat datang di Kabupaten Lampung Selatan kepada Al-Mukarrom KH Ahmad Muwafiq. Terima kasih telah berkenan hadir dan bersilaturahmi bersama kita pada malam hari ini," ujar Bupati Egi.
Menurut Egi, tiga rangkaian kegiatan yang digelar malam itu menyimpan pesan mendalam tentang ilmu yang diwujudkan melalui akhlak. Haul mengajarkan keteladanan ulama, maulid mengingatkan kepada Rasulullah SAW, dan khataman menekankan kesungguhan menuntut ilmu.
"Haul mengajarkan kita mengenang keteladanan ulama, maulid mengingatkan kita kepada Rasulullah SAW, dan khataman mengajarkan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Ketiganya bermuara pada satu hal, yaitu ilmu yang melahirkan akhlak," ungkapnya.
Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial menjadi perhatian Bupati Egi. Menurutnya, penguatan adab dan akhlak menjadi fondasi penting bagi generasi muda agar tetap berkarakter dan memiliki jati diri.
Kemajuan teknologi, kata dia, harus diiringi nilai moral, penghormatan kepada orang tua dan guru, kecintaan terhadap agama, serta kepedulian kepada sesama.
"Kita ingin generasi muda tumbuh menjadi generasi yang maju, menguasai teknologi, dan memiliki wawasan luas. Namun, mereka tetap harus menghormati orang tua, memuliakan guru, mencintai agama, dan peduli kepada sesama," katanya.
Egi menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan akhlak generasi penerus bangsa. Ia menyebut pesantren sebagai tempat menempa nilai-nilai tersebut sejak dini.
"Di sinilah peran penting pesantren sebagai tempat membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan akhlak," tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Egi menyampaikan terima kasih kepada panitia serta keluarga besar Pondok Pesantren MUS Roudlotussolihin. Ia juga mengajak pemerintah, ulama, pesantren, tokoh masyarakat, dan keluarga terus bersinergi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung Selatan.
"Membangun daerah pada akhirnya adalah membangun manusianya. Karena itu, pemerintah, ulama, pesantren, tokoh masyarakat, dan keluarga harus terus berjalan bersama dalam menyiapkan generasi yang berilmu dan berakhlak," kata Egi.