LAMPUNG — Wawancara yang digelar Mark Spoonauer dari Tom's Guide bersama Lance Ulanoff dari TechRadar ini menjadi panggung pertama Ternus sebagai CEO Apple dalam sesi pers besar. Posisi itu sebelumnya dipegang Tim Cook, dan Ternus naik dari kursi senior vice president hardware engineering.
Respons pembaca mengalir deras. Nyaris 1.500 komentar masuk ke video wawancara tersebut, dan sebagian besar mengarah pada satu kesimpulan: pendekatan engineering-first Ternus diterima baik oleh basis penggemar Apple.
Banyak pembaca menyoroti bagaimana pengetahuan teknis Ternus terasa autentik saat membahas produk. Pengguna YouTube @acdnintheusa menulis singkat, "He's an engineer and it comes through."
Perbandingan dengan pendahulunya pun mengemuka. Pengguna @joshd94 menulis, "I think Steve would be proud John did a great job. He represented everything that Apple stands for and the innovation that the company has done over its history."
Pengguna @Naviss menambahkan catatan soal antusiasme Ternus saat membahas hardware. "John lights up when talking about hardware. :) I'm excited to see where he takes Apple with its products over the next few years," tulisnya.
Salah satu keputusan desain yang paling banyak mendapat apresiasi adalah kompatibilitas iPhone Duo dengan Apple Pencil. Keputusan ini dinilai berpihak pada segmen pengguna yang memang membutuhkan stylus, bukan sekadar mengejar mayoritas.
"It's great that Apple leaned into that feature for the users who want it, rather than just designing for the majority who say they don't need a stylus," tulis pengguna @mayumic08.
Layar lipat 7,6 inci dengan crease yang nyaris tak terlihat juga menjadi bahan pujian. Integrasi software yang memanfaatkan lipatan sebagai pembatas layar alami, plus efek frosted glass lewat perubahan opacity, disebut sebagai salah satu keputusan desain paling cerdas Apple dalam beberapa tahun terakhir.
Pengguna @maximelKG memberikan pujian panjang soal pendekatan desain ini. Menurutnya, Apple berhasil menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru setelah sekian lama terkesan konservatif.
"I love what they did with the software integration, using the fold as a natural screen divider and changing the opacity to create a natural feeling frosted glass effect. It's quite simle and yet ingenious. For the first time in years Apple has truly wowed me with a design instead of seeming more like expensive paper pushers," tulisnya.
Dari sisi hardware, iPhone 18 Pro disebut akan membawa kamera aperture variabel enam blade. Ini pertama kalinya Apple mengadopsi mekanisme aperture variabel di lini iPhone, sebuah langkah yang selama ini lebih akrab di dunia kamera dedicated.
Antusiasme ini muncul setelah beberapa tahun yang berat bagi Apple. Peluncuran Apple Intelligence yang penuh bug, penundaan berturut-turut untuk Siri versi baru, dan penjualan Apple Vision Pro yang jauh dari ekspektasi membuat sebagian penggemar kehilangan kepercayaan.
Karena itu, respons positif terhadap era Ternus terasa signifikan. Pengguna @aviduser1961 menulis, "I have not been this excited about Apple in a long time. The Ternus era has begun. I think we are about to see some amazing products in the next several years."
Tom's Guide sendiri menyebut wawancara ini sebagai sesi pers besar pertama Ternus, dan hasilnya memberi sinyal bahwa arah baru Apple di bawah kepemimpinannya akan sangat bergantung pada seberapa serius perusahaan mengeksekusi janji-janji hardware yang sudah dipamerkan di Apple Park.