LAMPUNG — Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyatakan sistem tersebut sudah disiapkan untuk dua jenis produk sekaligus. Pernyataan itu disampaikan di Yogyakarta, Jumat (9/1/2026), dikutip Antara.
"Kami sudah menyiapkan sistem bentuk subsidi tepat dan ini untuk BBM dan elpiji," kata Eko.
Untuk elpiji bersubsidi, Pertamina sudah menjalankan Merchant Apps Pertamina (MAP). Lewat aplikasi itu, konsumen wajib memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) setiap membeli elpiji 3 kilogram.
Tahap berikutnya adalah transaksi berbasis biometrik. Pertamina sedang menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk merealisasikannya.
"Sekarang kami sedang kembangkan ke arah biometrik dengan Dukcapil. Kami lagi bekerja sama untuk bisa nanti transaksi elpiji dengan menggunakan biometrik," ujar Eko.
Meski begitu, Eko menegaskan penerapan pembelian elpiji 3 kg dengan biometrik masih dalam tahap pengujian. Belum ada keterangan resmi soal kapan sistem ini diberlakukan secara menyeluruh.
Bagi rumah tangga dan usaha kecil yang rutin membeli elpiji 3 kg, aturan NIK di MAP sudah berlaku di sejumlah titik penjualan. Artinya, pembeli perlu menyiapkan NIK saat bertransaksi di pangkalan atau pengecer yang sudah terhubung aplikasi tersebut.
Kebijakan ini menyasar kelompok yang selama ini menjadi sasaran subsidi elpiji tabung melon. Data NIK dipakai untuk mencocokkan pembeli dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan basis data kependudukan.
Untuk BBM subsidi, Pertamina belum merinci mekanisme teknis maupun jadwal penerapannya. Informasi lebih lanjut soal sistem subsidi tepat BBM dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga.
Pertamina belum membuka pendaftaran apa pun untuk sistem biometrik ini. Masyarakat tidak perlu mendaftar ke pihak ketiga, membayar jasa calo, atau menyerahkan data pribadi ke selain petugas resmi.
Jika ada pihak yang mengaku bisa "meloloskan" pembelian elpiji 3 kg atau BBM subsidi dengan imbalan uang, itu di luar prosedur. Pengaduan soal penyaluran subsidi bisa disampaikan ke call center Pertamina 135 atau kantor Pertamina Patra Niaga terdekat.