7 Destinasi Eropa Terbaik Musim Gugur 2026 Versi Travel Advisor

Penulis: Nasrul Effendi  •  Sabtu, 12 September 2026 | 13:20:01 WIB
Musim gugur di Eropa menawarkan suasana kota yang lebih lengang dengan suhu sejuk.

LAMPUNG — Musim panas Eropa sudah berakhir. Payung beach club mulai dilipat, dan keramaian turis perlahan surut dari kota-kota besar. Bagi traveler yang belum sempat berangkat atau ingin merasakan Eropa tanpa antrean panjang, musim gugur menawarkan versi yang berbeda: suhu sejuk, jalanan lebih lapang, dan penduduk lokal yang kembali mengisi kafe-kafe lingkungan.

Sejumlah travel advisor yang diwawancarai Condé Nast Traveler menyebut pergeseran minat klien tahun ini. "Saya melihat orang mencari destinasi yang jauh lebih off the beaten path musim ini," kata Kimberly Davis dari Trouvaille Travel. "Bahkan kalau mereka ingin ke kota besar Eropa, pilihannya Copenhagen ketimbang London, Paris, atau Roma."

Kopenhagen dan Danish Riviera, Denmark

Christine Andraus dari Partenza Travel menilai Kopenhagen paling masuk akal dikunjungi saat gugur. "Makanan, toko roti, lilin di mana-mana, desain yang indah, orang-orang benar-benar merangkul kenyamanan alih-alih berpura-pura masih musim panas," ujarnya.

Ibu kota Denmark ini adalah tempat terbaik untuk merasakan hygge. Sore hari bisa diisi dengan berjalan kaki di Assistens Cemetery yang berwarna keemasan, atau menghangatkan diri dengan sweter nelayan di food hall tepi pelabuhan seperti Reffen dan Broens.

Davis menyebut kliennya kini memilih hotel berdesain kuat seperti Hotel Sanders ketimbang Hotel D'Angleterre. Untuk perjalanan lebih lengkap, Andraus menyarankan menambah dua malam di North Zealand atau Danish Riviera. Di sana ada Kronborg Castle yang terkenal lewat Shakespeare, hutan luas, garis pantai liar, dan Louisiana Museum of Modern Art.

Wina, Austria

Nadine Fedorenko dari Fora Travel menyoroti Wina sebagai destinasi utama musim gugur. Beberapa tahun terakhir, kota ini kedatangan gelombang museum dan galeri kontemporer baru, restoran yang melampaui pola farm-to-fork, serta hotel mewah termasuk Mandarin Oriental dan Rosewood.

Taman-taman Wina memang enak dijelajahi kapan saja. Tapi udara dingin menambah romansa. Musim ini waktu tepat mengunjungi kebun anggur di pinggir kota untuk segelas wine biodinamik, menyantap schnitzel di kafe tua, atau menonton The Third Man di Burg Kino.

Fedorenko mengingatkan warisan budaya kota ini tetap kuat. "Hotel Sacher genap 150 tahun tahun ini, Albertina Museum 250 tahun, dan bahkan Mozart merayakan ulang tahun besarnya yang ke-270," katanya.

San Sebastian, Spanyol

Bagi traveler yang merencanakan perjalanan berbasis kuliner, San Sebastian adalah pilihan utama. Kota ini punya salah satu konsentrasi restoran Michelin terbanyak per mil persegi, ditambah budaya bar yang kaya.

Pada musim gugur, suhu berkisar nyaman di 60-an Fahrenheit (sekitar 15-20 derajat Celsius), dengan hujan singkat yang memberi suasana berkabut. "San Sebastian di Oktober memberi Anda pintxos, pantai, Rioja di dekatnya, dan suhu yang membuat Anda benar-benar ingin berjalan sepanjang hari," kata Andraus.

Tahun ini juga menandai 50 tahun New Basque Cuisine. Perayaannya digelar di San Sebastián Gastronomika pada 5-7 Oktober 2026, menghadirkan chef legendaris pelopor masakan Basque avant-garde era 1970-an lewat masterclass dan sesi cicip. Untuk menginap, Andraus merekomendasikan Hotel Maria Cristina bila ingin di pusat kota, atau Akelarre untuk restorannya yang mendunia.

Midland Region, Irlandia

Bagi penggemar hal berbau okultisme, musim gugur di pedesaan Irlandia punya daya tarik tersendiri. Di sinilah Samhain, versi paling awal Halloween, pertama kali dirayakan.

Penggemar cerita seram bisa mengunjungi situs sakral County Meath, termasuk Hill of Ward dan Hill of Tara. Di tempat ini bangsa Celt kuno menyalakan api lebih dari 2.000 tahun lalu untuk mengusir roh. Perayaan terbesar musim ini adalah Púca Festival yang digelar 29 Oktober-1 November.

Membawa salinan Dracula karya Bram Stoker di kantong sambil menyusuri pedesaan berkabut mungkin terdengar klise. Tapi di sini, latar itu terasa masuk akal.

Tips Praktis Menyusun Perjalanan Musim Gugur

  • Waktu terbaik: September hingga awal November, sebelum cuaca terlalu dingin dan atraksi tutup untuk musim dingin.
  • Pemesanan: Hotel dan restoran Michelin di San Sebastian serta Wina sebaiknya dipesan 2-3 bulan sebelumnya.
  • Pakaian: Lapisan hangat, jaket tahan angin, dan payung lipat untuk hujan singkat khas Eropa utara dan Basque.
  • Transportasi: Kereta api antarkota di Denmark, Austria, dan Spanyol nyaman untuk rute gugur dengan pemandangan dedaunan.
  • Event khusus: Cek jadwal San Sebastián Gastronomika (5-7 Oktober) dan Púca Festival (29 Oktober-1 November) jauh hari karena tiket cepat habis.

Durasi ideal untuk menggabungkan dua destinasi dalam satu perjalanan adalah 10-14 hari. Kombinasi Kopenhagen dan Danish Riviera cocok untuk pencinta desain dan kuliner. Sementara San Sebastian dan Midland Region pas untuk traveler yang mengejar pengalaman gastronomi dan budaya yang lebih gelap. Informasi tarif penerbangan dan akomodasi terkini dapat dikonfirmasi lewat platform pemesanan resmi masing-masing destinasi.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: cntraveler.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top