LAMPUNG — Nama tersebut bukan dipilih sembarangan. Kebun binatang menggelar kontes pemberian nama yang menarik partisipasi 10 ribu orang. Shu Bao keluar sebagai pilihan terbanyak.
Dalam bahasa Mandarin, Shu Bao bermakna "harta karun yang bersinar terang layaknya fajar". Frasa itu menggabungkan elemen cahaya dan nilai berharga — dua hal yang dianggap mewakili sosok bayi panda tersebut.
Pemilihan nama lewat suara publik menunjukkan pendekatan kebun binatang yang melibatkan pengunjung sejak awal. Sepuluh ribu partisipan bukan angka kecil untuk sebuah kontes penamaan satwa di Korea Selatan.
Perayaan 100 hari atau baek-il adalah tradisi di Korea yang menandai momen kritis dalam tumbuh kembang bayi. Di masa lalu, angka 100 hari dianggap tonggak karena tingkat kematian bayi yang tinggi.
Tradisi itu kini bertahan sebagai momen syukuran, termasuk untuk satwa yang lahir di penangkaran. Bagi kebun binatang, kelangsungan hidup bayi panda selama 100 hari pertama menjadi indikator keberhasilan program konservasi.
Bayi panda raksasa selalu jadi magnet bagi kebun binatang di seluruh dunia. Kehadiran Shu Bao menambah alasan bagi wisatawan untuk berkunjung, terutama keluarga dengan anak-anak.
Kebun binatang belum mengumumkan jadwal pasti kapan Shu Bao bisa dilihat langsung oleh publik. Biasanya, bayi panda baru diperkenalkan ke area pameran setelah mencapai usia beberapa bulan dan dinyatakan sehat sepenuhnya.