BPBD Lampung Selatan Temukan Tower Peringatan Dini Tsunami di Sukaraja Rusak saat Cek Kesiapsiagaan 4 Lokasi

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Rabu, 09 September 2026 | 08:51:32 WIB
BPBD Lampung Selatan menemukan tower peringatan dini tsunami di Desa Sukaraja rusak saat pengecekan kesiapsiagaan di empat lokasi, Selasa (8/9).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menemukan kerusakan pada sistem tower peringatan dini tsunami di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, saat pengecekan sarana evakuasi, Selasa (8/9). Temuan ini menjadi satu-satunya kendala dari empat titik yang diperiksa menyusul upaya penguatan mitigasi bencana di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak tsunami dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

LAMPUNG SELATAN — Pemeriksaan kesiapsiagaan bencana di pesisir Lampung Selatan menemukan satu perangkat penting yang tidak berfungsi optimal. Tower peringatan dini tsunami di Desa Sukaraja dilaporkan bermasalah, sementara tiga lokasi lainnya dinyatakan siap menghadapi keadaan darurat.

Pengecekan dilakukan BPBD Lampung Selatan bersama Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, TNI-Polri, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa.

Empat Titik Dicek, Satu Bermasalah

Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan Maturidi mengatakan pemeriksaan mencakup kelurahan dan desa yang masuk kategori rawan bencana. Dari empat lokasi, tiga di antaranya memiliki komponen kesiapsiagaan lengkap.

  • Kelurahan Kalianda: Destana, jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, dan tower tsunami berfungsi baik.
  • Desa Banding: Seluruh komponen kesiapsiagaan terpenuhi, tower peringatan dini berfungsi normal.
  • Desa Way Muli Induk: Kepengurusan Destana dan sarana evakuasi lengkap, tower beroperasi baik.
  • Desa Sukaraja: Tower peringatan dini tsunami ditemukan tidak berfungsi saat dicek langsung di lokasi.

Alat Terpantau Normal dari Kantor, Gagal di Lokasi

“Dari empat lokasi yang menjadi titik pengecekan hari ini, hanya di Sukaraja yang sedikit bermasalah. Tower-nya memang ada permasalahan. Jika dipantau dari kantor, alat ini berfungsi, tetapi di lokasi tidak berfungsi,” ujar Maturidi di Kalianda, Selasa.

Temuan ini menjadi catatan penting dalam pengecekan berkala. Kondisi perangkat yang terpantau normal dari pusat ternyata tidak menjamin fungsinya berjalan baik di lapangan.

“Jadi memang harus dicek secara berkala, supaya kita mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan apabila ada kendala bisa segera ditindaklanjuti,” kata dia.

Laporan Segera Dikirim ke Pusat

Maturidi memastikan kendala di Desa Sukaraja akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti. Perbaikan sistem peringatan dini menjadi prioritas karena kawasan ini berada di zona ancaman tsunami dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Ini segera kita laporkan ke pusat,” tegasnya.

Pemkab Lampung Selatan menilai keberadaan sistem peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang mudah dijangkau, lokasi pengungsian, serta kesiapan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi risiko korban ketika bencana terjadi.

Pengecekan dan pemeliharaan berkala ini diharapkan tidak hanya memastikan sarana evakuasi berfungsi saat darurat, tetapi juga meningkatkan kesiapan masyarakat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top