5 Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, Ini Identitas Lengkap dan Kronologinya

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 09 September 2026 | 00:14:31 WIB
Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak setelah kapal yang ditumpangi meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak kembali ke Dermaga Pagedongan, Pandeglang, Banten, Senin (7/9/2026).

Sebanyak lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Rombongan pewarta tersebut hilang kabar sejak Senin, 7 September 2026, setelah bertolak menggunakan kapal motor dari pesisir Pandeglang.

Kapal motor yang disewa rombongan jurnalis itu mengangkut total delapan orang. Rinciannya terdiri atas lima jurnalis, satu pemandu wisata lokal, satu nakhoda, serta satu anak buah kapal (ABK).

Mereka melaut untuk mendokumentasikan erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali bergolak. Jalur perairan Selat Sunda yang memisahkan Banten dan Lampung menjadi rute utama pelayaran kerja jurnalistik ini.

Daftar Identitas 5 Jurnalis dan Awak Kapal

Identitas kelima jurnalis yang berada di atas kapal telah dipastikan oleh pihak berwenang. Mayoritas dari mereka merupakan pewarta foto yang bekerja untuk kantor berita nasional dan media daring terkemuka.

Berikut daftar lengkap nama lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda:

  • M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara
  • Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com
  • Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id
  • Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency
  • Donal Husni, pewarta foto lepas atau freelance

Tiga orang lain di atas kapal adalah satu nakhoda, satu ABK, dan satu orang pemandu. Hingga kini, identitas awak kapal lokal tersebut masih dalam pendataan otoritas SAR gabungan.

Kronologi Keberangkatan dan Sinyal Terakhir

Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026, tepat pukul 14.00 WIB. Rencana awal, mereka kembali bersandar di dermaga pada pukul 20.00 WIB hari yang sama.

Jejak komunikasi digital sempat terekam sebelum kapal lenyap dari radar komunikasi. Salah satu jurnalis membagikan tautan lokasi langsung kepada rekannya di Pulau Sumatra.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengonfirmasi transmisi pesan terakhir dari rombongan peliput tersebut. Jejak itu terhubung langsung dengan seorang wartawan di Lampung.

"Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 WIB (7/9/2026) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak," kata Al Amrad.

Pukul 16.00 WIB, sang pemandu sempat menelepon istrinya dan mengabarkan kondisi kapal aman terkendali. Selepas sambungan telepon singkat itu, seluruh perangkat komunikasi penumpang tidak bisa lagi dihubungi.

Operasi SAR Terbentur Gelombang dan Abu Vulkanik

Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten langsung bergerak menyisir perairan sekitar gunung api sesaat usai menerima laporan. Titik koordinat terakhir di perairan Selat Sunda menjadi fokus utama penelusuran armada penyelamat.

Operasi pencarian berlanjut hingga Rabu, 9 September 2026. Petugas menyisir area terluar lingkaran bahaya Anak Krakatau.

Kondisi di lapangan sangat berat. Erupsi aktif melontarkan material vulkanik berbahaya. Embusan abu pekat membatasi jarak pandang nakhoda kapal penyelamat.

Selain ancaman vulkanik, tinggi gelombang laut Selat Sunda menuntut kewaspadaan penuh. Tim SAR gabungan harus cermat bermanuver demi menjaga keselamatan personel penolong.

Hingga Rabu sore, keberadaan delapan penumpang kapal kayu tersebut belum membuahkan hasil. Pencarian intensif terus dilanjutkan di tengah dinamika cuaca maritim Selat Sunda yang sukar ditebak.

Identitas 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

NoNamaMedia/Status
1M. Bagus KhoirunnasPewarta Foto Kantor Berita Antara
2Ari BasukiPewarta Foto Merdeka.com
3Yudistiro PranotoPewarta Foto iNews.id
4Firman DausJurnalis Anadolu Agency
5Donal HusniPewarta Foto Lepas/Freelance

Komposisi 8 Orang di Kapal

PeranJumlah
Jurnalis5 orang
Pemandu/Guide1 orang
Nakhoda1 orang
Anak Buah Kapal (ABK)1 orang

Kronologi Kejadian

WaktuKejadian
Senin, 7 September 2026, 14.00 WIBRombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten, menuju perairan Gunung Anak Krakatau. Perkiraan kembali pukul 20.00 WIB.
14.42 WIBSalah satu jurnalis mengirim share location terakhir kepada jurnalis Lampung bernama Abay.
15.04 WIBKomunikasi dengan rombongan terputus/hilang kontak.
16.00 WIBPemandu (guide) sempat terakhir kali melaporkan kondisi aman kepada istrinya.
Rabu, 9 September 2026Tim SAR gabungan (Basarnas) melanjutkan operasi pencarian, menyisir titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir kapal.

Pernyataan Resmi Basarnas

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan: “Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 WIB (7/9/2026) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak.”

Berita ini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan operasi pencarian dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Reporter: Redaksi
Back to top